Banggar kembali bahas rasionalisasi anggaran Pilgub Sulsel

id Banggar,Dprd sulsel,Anggaran pilgub sulsel

ilustrasi Pilkada serentak (ANTARA News/Ridwan Triatmodjo)

Makassar (Antaranews Sulsel) - Badan Anggaran (Banggar) DPRD Provinsi Sulawesi Selatan kembali menggelar rapat intern membahas rasionalisasi anggaran Pemilihan Gubernur Sulsel 27 Juli 2018.

"Rapat tadi dibahas tentang rasionalisasi dan di simpulkan dulu `Reasoning` (Penalaran). Kita belum sebut angka berapa akan dirasionalisasikan," ungkap Ketua Banggar DPRD Sulsel Fachruddin Rangga di Makassar, Rabu.

Menurutnya, disimpulkan tetap ada rasionalisasi anggaran pada beberapa item anggaran di Pilgub Sulsel. Meski begitu, Banggar tidak lagi berpatokan pada angka Rp22 miliar sesuai hasil rasionalisasi pihak Inspektorat sebelumnya.

Kendati demikian angka Rp22 miliar dianggap terlalu kecil dari jumlah anggaran yang diberikan kepada KPU Sulsel sebagai dana hibah dari pemerintah sebesar Rp456 miliar.

Meskipun pihaknya tidak menyebut berapa besaran anggaran yang akan dirasionalisasi, namun kata dia, bisa saja anggaran lebih besar dari sebelumnya, karena dikhwatirkan KPU Sulsel akan membelanjakan apabila Banggar mematok nilai yang dirasionalisasi.

Politisi Golkar ini mengungkap, nilai anggaran yang bakal dirasionalisasi diperkirakan lebih tinggi dari jumlah rasionalisasi sebelumnya dilakukan oleh Inspektorat.

"Alasannya tidak mematok angka, karena jangan sampai itu jadi dasar mereka untuk membelanjakan lagi anggaran yang tidak penting dan malah membuang-buang anggaran yang sebenarnya bisa dihemat. Makanya kita buat dulu Reasoning," beber dia.

Rangga menegaskan dalam melakukan rasionalisasi anggaran Pilgub, Banggar tidak akan berdasar pada asumsi anggaran. Tetapi pada sejumlah item anggaran yang tertunda saat proses rasionalisasi telah dilakukan KPU Sulsel.

" Angka Rp22 miliar itu masih sekedar asumsi, tetapi sekarang sudah riil, sebab telah ditetapkan DPT. Ini menjadi salah satu item Reasoning," ujarnya.

Selain itu rangga menambahkan, jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) dan anggaran debat yang pengganggarannya cukup tinggi kemudian faktanya hanya Rp200 jutaan per debat, inilah yang sedang dibahas.
Pewarta :
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar