Polda Sulsel akan sita motor mewah Abu Tours

id abu tour,polda sulsel akan sita motor mewah

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani (dok Antara Sulsel/Darwin Fatir)

Makassar (Antaranews Sulsel) - Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan akan kembali menyita aset-aset milik Chief Executive Officer (CEO) Abu Tours Hamzah Mamba (35) seperti motor mewah Harley Davidson yang sekarang terlacak di Surabaya, Jawa Timur.

"Untuk aset tersangka, anggota sudah berhasil lagi melacak jejaknya seperti motor Harley Davidson yang sekarang ada di Surabaya. Secepatnya, motor ini akan disita," jelas Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani di Makassar, Rabu.

Ia mengatakan, penyitaan semua aset-aset milik tersangka ini akan dilakukan oleh anggota Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulsel mengingat banyaknya korbannya.

Penyidik sendiri telah memperbaharui jumlah korban calon jamaah umrah yang tidak diberangkatkan itu dari data awal 86.720 orang, kini berkembang menjadi 96.601 jamaah.

"Semua aset-asetnya akan disita dan nantinya aset-aset ini akan dilelang supaya bisa diupayakan pengembalian atau pemberangkatan korban-korbannya," katanya.

Dicky mengatakan jika penelusuran semua aset baik berupa harta bergerak maupun yang tidak bergerak dilakukan anggota secara maraton dan hasilnya di beberapa daerah di Indonesia telah ada aset yang disita.

Beberapa penyitaan yang terakhir dilakukan oleh anggota yakni dua unit rumah mewah milik CEO Abu Tours, Hamzah Mamba (35) di wilayah Depok, Jawa Barat.

Kemudian, penyitaan rumah mewah seharga Rp7 miliar serta satu unit mobil Toyota Vellfire seharga Rp1,2 miliar itu dilakukan di Jalan Bukit Cinere, Perumahan Kartika Residence Blok A Nomor 7 Kelurahan Cinere, Depok

Sehari setelahnya, atau Kamis (5/4), penyidik Fiskal, Moneter dan Devisa (Fismondev) Ditreskrimsus Polda Sulsel ini juga melakukan penyitaan kantor di daerah Depok, Jawa Barat.

Dicky mengakui, penyelidikan dan penelusuran sejumlah harta benda milik bos PT Amanah Bersama Ummat (ABU) Tours itu juga melibatkan banyak anggota kepolisian di seluruh daerah di Indonesia.

"Untuk cabang Abu Tours sendiri yang kita ketahui itu ada di 15 provinsi dan otomatis asetnya juga berada di 15 provinsi itu. Penelusuran aset ini juga kita lakukan ke daerah lainnya agar memudahkan penyidik," katanya.

Sebelumnya, Jumat (23/3), penyidik menetapkan Hamzah Mamba sebagai tersangka karena perusahaannya yang bergerak di bidang travel umrah itu tidak mampu memberangkatkan jamaahnya ke Arab Saudi.

Total kerugian para jamaah umrah yang jumlahnya sebanyak 96.601 orang itu diperkirakan lebih dari Rp1,4 triliun sesuai dengan besaran dana yang masuk dari setiap jamaah.

Atas ketidakmampuan dari pihak Abu Tour dalam memberangkatkan jamaah umrah ini, pihaknya menjerat tersangka dengan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah jo Pasal 372 dan 378 KUHP tentang penipuan dan penggelapan serta Pasal 45 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Adapun ancaman hukuman yang disangkakan kepada tersangka adalah pidana penjara maksimal 20 tahun dan denda Rp10 miliar.
Pewarta :
Editor: Amirullah
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar