Pengusaha Tionghoa dari 40 negara hadiri Konferensi ASEAN

id Pengusaha Tionghoa,dari 40 negara hadiri Konferensi ASEAN

        Kunming (Antaranews) - Konferensi pengusaha Tionghoa di negara anggota ASEAN dibuka di Kunming, Provinsi Yunnan, China barat daya, Rabu.

        Lebih dari 600 pengusaha Tionghoa dari 40 negara dan kawasan, termasuk Jepang, Myanmar, Singapura, dan Amerika Serikat, hadir dalam konferensi tersebut.

        Selama konferensi ke-16 tersebut, terdapat lima proyek senilai 2,62 miliar RMB (Rp5,5 triliun), mulai dari pertanian dan kebudayaan hingga bisnis lintasbatas dan logistik, akan ditandatangani, kata media resmi setempat.

        Sejak pertama digelar pada 2003, konferensi tersebut mampu menarik perhatian 3.000 pengusaha dan 5.000 pengusaha Tionghoa, yang menanamkan dananya senilai 5 miliar dolar AS, kata data Pemerintah Provinsi Yunnan.

        Hingga akhir 2017, terdapat 1.084 dana milik pengusaha Tionghoa ditanam di Provinsi Yunnan dengan nilai harta tetap 65 miliar RMB (Rp136,5 triliun).

        Sementara itu, sejak Kamis (14/6) hingga Rabu (20/6) diadakan Pameran China-Asia Selatan ke-5 dan Pameran Ekspor-Impor China ke-25 di Kunming.

        Provinsi Yunnan, yang beribu kota Kunming, berbatasan langsung dengan India, Myanmar, dan Vietnam.

        Provinsi kampung halaman Zheng He (Cheng Ho), pelaut muslim China terkenal di Indonesia, itu diarahkan menjadi pintu gerbang barang dan jasa untuk wilayah selatan dan tenggara China.

        Sehari sebelum Konferensi Tionghoa ASEAN itu digelar, Sekretaris Jenderal ASEAN Llim Jock Hoi bertemu dengan Penasihat Pemerintah China sekaligus Menteri Luar Negeri Wang Yi di Beijing.

        China dan ASEAN akan bekerja sama mendukung rumusan Visi Kemitraan Strategis China-ASEAN 2030, mencanangkan Tahun Inovasi China-ASEAN beberapa waktu lalu, dan menyelaraskan Prakarsa Jalur Sutera dan Jalur Bahari Abad ke-21 (Belt and Road) dengan Rencana Keterhubungan ASEAN 2025, demikian pernyataan Wang.

        Lim menimpali bahwa Sekretariat ASEAN akan berperan konstruktif dalam meningkatkan kerja sama politik, ekonomi, perdagangan, dan kebudayaan dengan China.

        Wang dan Lim juga sepakat bahwa ketenangan keadaan di Laut China Selatan diwujudkan melalui upaya kedua pihak.
Pewarta :
Editor: Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar