Otoritas Pelabuhan Mamuju perketat muatan kapal

id Pelabuhan simboro mamuju,Perketat muatan kapal,Kapal feri,Pelabuhan kariangau balikpapan,Km mandala nusantara

. Para penumpang yang baru turun dari KM Mandala Nusantara di Pelabuhan Feri Simboro Kabupaten Mamuju.(Amirullah) (Amirullah/)

Mamuju (Antaranews Sulsel) - Otoritas Pelabuhan Mamuju Provinsi Sulawesi Barat memperketat muatan kapal feri yang melayani pelayaran menuju Pelabuhan Kariangau, Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur.

"Selama masa angkutan lebaran ini kami tidak akan mentoleransi ambang batas muatan kapal. Kalau memang dilihat sudah sesuai kapasitasnya, maka kami tidak akan memperbolehkan muatan tambahan seperti kendaraan roda empat apalagi truk," tegas Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Mamuju Agus Melsih, saat ditemui di Pelabuhan Simboro Mamuju, Jumat malam.

Ketegasan pembatasan muatan itu terlihat saat belasan mobil bak terbuka dan truk yang sejak Jumat siang terlihat mengantre naik di KM Mandala Nusantara kemudian pihak otoritas Pelabuhan Simboro Mamuju tidak memperbolehkan kendaraan roda empat tersebut naik ke kapal ikut berlayar.

"Kami batasi dan yang diperbolehkan hanya muatan curah sementara kendaraan roda empat tidak kami perbolehkan. Tentu bobotnya beda jika truknya ikut dibandingkan hanya muatannya. Misalnya, satu truk bobotnya satu ton belum ditambah muatannya dan jika dibandingkan dengan orang yang rata-rata beratnya 60 sampai 70 kilogram, jadi berapa banyak orang yang bisa dimuat jika truk tidak ikut," ujarnya.

Pembatasan muatan tersebut, lanjutnya, demi keamanan dan kenyamanan dalam pelayaran apalagi selama masa angkutan lebaran ini kami lebih mengutamakan pelayanan dan keselamatan penumpang.

Setelah KM Mandala Nusantara beroperasi kembali pascamengalami kerusakan mesin sehingga pemberangkatannya tertunda hingga lebih 24 jam, pelayaran angkutan mudik di Pelabuhan Simboro Mamuju menuju Balikpapan Kalimantan Timur dan sebaliknya, menurut dia, akan kembali normal.

Dia mengakui,memang sempat terganggu karena adanya kerusakan mesin KM Mandala Nusantara sehingga hanya KM Laskar Pelangi yang tiba tadi pagi, kemudian pada Jumat siang kembali berlayar ke Balikpapan untuk mengangkut penumpang KM Mandala Nusantara yang rusak.

Agus Melasih menegaskan, setelah KM Mandala diberangkatkan malam ini pelayaran dua unit kapal feri angkutan lebaran akan kembali normal dan berlayar sesuai jadwal.

Ia mengatakan, pelayaran dari Pelabuhan Simboro Mamuju menuju Balikpapan pada Sabtu dan Minggu (24/6) yang diprediksi sebagai puncak arus balik akan kembali lancar pascarusaknya mesin KM Mandala Nusantara akan kembali normal.

Sementara, salah seorang penumpang asal Mambi Kabupaten Mamasa, Mansyur mengaku, tiba di Pelabuhan Simboro Mamuju sejak Kamis (21/6) dan baru dapat tiket pada Jumat malam.

"Saya juga sempat khawatir sebab hingga Jumat petang belum ada kepastian terkait pemberangkatan KM Mandala Nusantara yang mengalami kerusakan mesin. Setelah mendengar mesin dari Makassar sudah tiba kemudian tidak lama loket toket dibuka saya sangat bersyukur kami akhirnya bisa berangkat. Sejak siang saya melihat sudah banyak truk pengangkut sayur-sayuran, pisang, bawang dan cabai yang mengatre," tutur Mansyur.

Dari pantauan pada Jumat malam sekitar pukul 23. 15 Wita, ratusan kilogram daun bawang, cabai dan tomat yang sudah berada di atas KM Mandala Nusantara terlihat mulai membusuk dan rusak karena sudah lebih satu hari berada di kapal.

"Sayur-sayuran, cabai dan tomat ini kebanyakan berasal dari Kabupaten Enrekang Sulawesi Selatan dan karena terlalu lama sehingga banyak yang busuk. Seharusnya, sejak kemarin sudah harus tiba di Balikpapan untuk kemudian didistribusikan ke beberapa kabupaten dan kota di Kaltim namun karena KM Mandala mengalami kerusakan sehingga sebagian rusak," kata salah seorang petugas di Pelabuhan Simboro Mamuju.
Pewarta :
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar