Komunitas tentang Golkar bahas pembangunan Indonesia Timur

id komunitas tentang golkar,bahas visi misi dan pembangunan kawasan timur indonesia,anis kurniawan,pengamat politik

Pengamat Politik Anis Kurniawan (kanan), pengamat ekonomi Prof Abdul Madjid Sallatu (tengah) dan Koordinator Kepartaian DPD II Golkar Makassar Abdul Talib Mustofa (kiri) sebagai pembicara dalam diskusi Publik digelar Komunitas @Tentang Golkar di Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat, (13/7). ANTARA FOTO/Darwin Fatir/18.

Makassar (Antaranews Sulsel) - Komunitas tentang Golkar menggelar diskusi dengan pembahasan visi Partai Golkar dalam pembangunan Indonesia Timur khususnya Kota Makassar, Jumat.

Diskusi tersebut menghadirkan tiga pembicara masing-masing Anis Kurniawan selaku Pengamat Politik, kemudian Prof Abdul Madjid Sallatu juga pengamat ekonomi dan Abdul Talib Mustofa selaku Koordinator Kepartaian DPD II Golkar Makassar dipandu Gadis Kinanti

Menurut Kinanti saat membuka diskusi, Makassar sebagai ibu kota Sulsel menjadi satu dari kota sekunder atau menengah yang ada di Indonesia.

Secara geografis, posisi Makassar strategis karena tepat di tengah Indonesia.

Kota Makassar merupakan hub atau pusat perdagangan di Indonesia yang meliputi pertambangan, perikanan atau kelautan, pertanian, dan industri.

Selain itu, Makassar juga menjadi jantung edukasi dan pariwisata.

Dengan potensi tersebut, wajar jika Makassar disebut sebagai sentrum pembangunan Indonesia Timur. Selain itu, pertumbuhan ekonomi Makassar tahun 2017 mencapai 9,23 persen. Angka ini merupakan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia.

Sebagai salah satu partai besar di Provinsi Sulawesi Selatan, tentunya Partai Golkar memiliki peran besar terhadap agenda pembangunan Indonesia timur.

Visi Partai Golkar dalam Pembangunan Indonesia Timur itu bertujuan memberikan pendidikan politik bagi anak muda, memberikan edukasi kepada peserta perihal proses pembangunan di Sulsel dan Makassar, serta sebagai salah satu sentrum Pembangunan di Indonesia.

Koordinator Kepartaian DPD II Golkar Makassar Abdul Talib Mustofa, pada kesempatan itu memaparkan, pembangunan di Indonesia Timur khusunya Makassar, Sulsel tidak lepas dari peranan orang berpengaruh yang secara tidak langsung ikut terlibat.

Selain itu, tidak bisa diklaim peran kader golkar dalam pembangunan, kendati tetap berpengaruh masuk kedalam kebijakan yang diambil bersifat institusional. Tetapi tentu banyak elemen elemen terkait yang terlibat disana.

Dia berpendapat partai Golkar punya saluran yang ikut terlibat dalam pembangunan Indonesia Timur tentunya dengan mendorong kader potensial masuk ranah legislatif.

Talib mengemukakan salah satu doktrin partai Golkar adalah karya dan kekaryaan, golkar tidak mempersoalkan ideologis, karena sejak partai ini berdiri telah berpandangan pada asas politik yakni Pancasila.

Tidak hanya itu, Partai Golkar, lanjutnya, terus memberikan kesempatan kepada anak muda yang berpotensi besar serta diberi porsi Calon Legislatif (Caleg) untuk duduk di legislatif dan eksekutif.

"Untuk data saya tidak punya, tetapi kader-kader muda di Golkar yang duduk di legislatif tentu berperan memajukan daerahnya, selain itu beberapa kader golkar adalah kepala daerah baik di kabupaten kota maupun provinsi," tambahnya.

Sementara Prof Abdul Madjid yang membahas tentang perekonomian Kota Makassar yang pada 2017 dimana pertumbuhan ekonomi menembus diangka 9,23 persen atau melampaui pertumbuhan ekonomi nasional 5,06 persen, sehingga menjadi perhatian pusat.

"Kota Makassar telah memberikan kontribusi sepertiga untuk provisi Sulsel sehingga mendongkrak perekonomian tingkat provinsi. Namun, tetap saja ada ketimpangan baik di kota maupun kabupaten," katanya.

Abdul Madjid juga menjadi penasehat Wali Kota Makassar ini menyebutkan mengapa pemerintah mesti menggenjot infrastruktur, sebab itu merupakan salah satu upaya guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi, sehingga mendorong daya beli masyarakat.

Pengamat Politik Anis Kurniawan dalam diskusi tersebut membeberkan bahwa peran pemuda belum mampu berbuat banyak di partai politik bahkan terkadang hanya dijadikan pelengkap partai.

"Bila melihat trennya anak muda yang duduk di legislatif masih sangat rendah, ada tapi tidak seberapa. Mudah-mudahan dengan ruang diberikan parpol pada Pemilu 2019 nanti, anak muda bisa lebih banyak di parlemen," katanya.

Mengenai dengan pertumbuhan ekonomi di Sulsel serta visi golkar Pembagunan Indonesia Timur harus didorong dengan pemuda, karena mereka adalah anak-anak muda yang sudah melek politik.

"Pemuda kita di makassar sudah mengerti tentang politik, namun disayangkan tidak banyak anak muda yang mau mengarahkan minatnya ke situ, namun saya yakin dengan adanya diskusi seperti ini tentu anak muda akan semakin bergairah untuk ikut berpolitik," tambahnya.

Tidak hanya di Makassar, diskusi serupa juga digelar Komunitas Tentang Golkar di Kota Malang, Tanggerang, Medan. Selanjutnya dijadwalkan di Kota Palembang, Kota Bandung dan beberapa kota lainnya di Indonesia. @Komunitas Tentang Golkar terus bergerak untuk mendorong pemuda untuk ikut berpolitik positif.
Pewarta :
Editor: Amirullah
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar