Transaksi nilai eskpor Sulsel meningkat 71,78 persen

id transaksi sulsel

Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Sulsel (ANTARA FOTO/Muh Hasanuddin)

Makassar (Antaranews Sulsel) - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya peningkatan nilai ekspor Sulawesi Selatan yang sangat signifikan sebesar 71,78 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada 2017.

"Peningkatannya sangat signifikan hingga 71,78 persen jika kita membandingkan antara bulan Juni 2018 dengan Juni 2017," ujar Kepala Bidang Statistik Distribusi, BPS Sulsel Akmal di Makassar, Senin.

Ia mengungkapkan transaksi nilai ekspor pada 2017 hanya tercatat sebesar 62,90 juta dolar Amerika Serikat (AS), sedangkan pada Juni 2018 mencapai 108,05 juta dolar AS.

Akmal mengatakan peningkatan nilai ekspor karena besarnya kontribusi beberapa komoditas unggulan serta permintaan yang meningkat dari negara-negara.

"Permintaan meningkat untuk beberapa komoditas unggulan kita di Sulsel ini. Tetap yang menjadi unggulan teratas itu nikel, kakao dan lainnya," katanya.

Beberapa komoditas unggulan Sulsel yang paling banyak diminati diantaranya, nikel; biji-bijian berminyak dan tanaman obat; garam; belerang dan kapur; ikan, udang dan hewan air tidak bertulang belakang lainnya serta coklat atau kakao.

Akmal menyebut distribusi semua komoditas unggulan Sulsel pada peringkat pertama tetap ditempati nikel dengan prosentase hingga 72,48 persen dari seluruh total ekspor.

Untuk biji-bijian berminyak dan tanaman obat menyumbang 6,87 persen, garam sebesar 6,69 persen; belerang dan kapur; ikan, udang dan hewan air tidak bertulang belakang (3,03 persen), serta kakao sebesar 2,58 persen.

"Komoditas nikel itu hampir tiga per empat kontribusinya dari total nilai ekspor Sulsel. Kemudian diikuti empat komoditas lainnya dan belasan lagi yang nilainya kecil-kecil," terangnya.

Pada transaksi nilai ekspor secara bulanan juga mengalami peningkatan sebesar 2,44 persen dari 105,47 juta dolar AS pada Mei 2018 menjadi 108,05 juta dolar AS.
Pewarta :
Editor: Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar