Gubernur Sulbar berjanji segera bayarkan gaji PTT

id gaji ptt,unjukrasa,Aliansi Gerakan Cinta Guru,ali baal masdar,gubernur sulbar

Foto dokumentasi. PMII Mamuju bersama guru PTT melakukan aksi demo di Kantor Gubernur Sulbar, Mamuju, Rabu (4/7/18). ANTARA FOTO/M Faisal Hanapi

Mamuju (Antaranews Sulsel) - Gubernur Sulawesi Barat Ali Baal Masdar berjanji akan segera membayarkan Guru Tidak Tetap (GTT) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) pada SMU/SMK di daerah itu.

"Insya Allah dalam waktu yang sesingkat-singkatnya kami akan membayarkan gaji GTT dan PTT yang punya SK, dan dananya pun sudah ada," kata Ali Baal Masdar, saat menemui puluhan pengunjuk rasa yang menamakan diri Aliansi Gerakan Cinta Guru saat melakukan aksi di halaman Kantor Gubernur Sulbar, Kamis.

Unjuk rasa yang dilakukan Aliansi Gerakan Cinta Guru itu menuntut diterbitkannya Surat Keputusan (SK) bagi GTT dan PTT serta gaji mereka selama tujuh bulan yang belum dibayarkan, yakni sejak Januari-Juli 2018.

Gubernur menyatakan, sebelum SK GTT dan PTT diterbitkan, terlebih dahulu akan dilakukan verifikasi terhadap jumlah GTT serta PTT dan berapa banyak yang dibutuhkan pada masing-masing sekolah.

"Kami akan mencocokan lagi berapa jumlah GTT dan PTT yang masih aktif dan tidak akan ada pengurangan," ujar Gubernur.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulbar Arifuddin mengatakan, permasalahan itu muncul akibat adanya ketidaksesuaian data yang ada saat ini dengan jumlah GTT dan PTT.

Padahal menurut Arifuddin, pembayaran gaji GTT dan PTT harus sesuai kondisi ideal yang ada di sekolah.

"Kami tidak tahu siapa yang harus dibayarkan sebab datanya sudah berubah, dimana setelah dilakukan verifikasi ternyata banyak diantara GTT dan PTT sudah tidak melaksanakan tugas, meninggal dunia bahkan pindah daerah di luar Sulbar. Jadi Insya Allah hari ini hasil verifikasinya kami akan rampungkan," terang Arifuddin.

Baca juga: FPPS harap gaji guru PTT Sulbar dibayarkan

Sebelumnya, perwakilan demonstran Iswandi dalam orasinya menyampaikan bahwa Pemprov Sulbar tidak serius dalam menyelesaikan persoalan itu, sebab apa yang menjadi tuntutan para demonstran sampai hari ini belum juga disikapi pihak Pemprov.

"Pemerintah Sulbar tidak merealisasikan tuntutan kami pada aksi sebelumnya, maka ini merupakan aksi kedua yang kami lakukan dan jika pemprov tidak juga menerima tuntutan kami, maka kami akan menduduki kantor Gubernur," kata Iswandi.

Aliansi Gerakan Cinta Guru kata Iswandi mendesak Pemprov Sulbar agar memperhatikan dan segera menindaklanjuti persoalan tersebut.

"Kami Aliansi Gerakan Cinta Guru akan senantiasa berjuang dan mengawal sampai akhir," kata Iswandi.
Pewarta :
Uploader: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar