Kejati Sulsel pulihkan keuangan negara Rp117 miliar

id kejati sulsel

Kantor Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (ist)

Makassar (Antaranews Sulsel) -  Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan dalam memperingati Hari Bhakti Adhyaksa 2018 berhasil melakukan penyelamatan dan pemulihan keuangan negara sebanyak Rp117 miliar.

"Sampai enam bulan pertama tahun ini keuangan negara yang berhasil dipulihkan itu sebanyak Rp117 miliar," ujar Kepala Kejaksaan Tinggi Sulsel Tarmizi di Makassar, Sabtu.

Ia mengatakan ada dua hal yang telah dilakukannya sepanjang tahun ini yakni penyelamatan serta pemulihan keuangan negara yang keduanya berbeda dalam penanganan.

Tarmizi mengakui untuk pemulihan keuangan negara jumlahnya cukup besar yakni Rp117 miliar. Sedangkan untuk penyelamatan uang negara sebanyak Rp6,7 miliar.

"Jadi pemulihan keuangan negara dan penyelamatan uang negara itu berbeda. Pemulihan keuangan negara diperoleh dari penanganan dan penyelesaian perkara perdata, Tata Usaha Negara serta pemulihan dan perlindungan hak baik dalam bentuk litigasi maupun non litigasi," katanya.

Mantan Kajati Aceh itu menuturkan pihaknya telah melakukan penanganan terhadap beberapa kasus menonjol pada bidang tindak pidana korupsi (Tipikor). 

Tarmizi menyebut ada 40 pelaku yang diamankan diantaranya, empat anggota DPRD, satu kepala daerah, lima pejabat, tujuh aparatur sipil negara (ASN), satu pejabat BUMN/BUMD, 15 pengusaha, satu konsultan, satu direktur perusahaan, dan lima kepala desa. 

Bahkan dia juga menyampaikan jika kejaksaan dalam hal ini Tim Pengawalan, Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejati Sulsel telah melakukan pendampingan pada 288 kegiatan untuk tahun 2018 ini. 

 "Tahun ini ada 288 pendampingan yang kami lakukan, baik kepada instansi pemerintah daerah, BUMN dan lainnya. Anggarannya itu sebanyak Rp2,2 triliun secara keseluruhan," ucapnya.
Pewarta :
Editor: Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar