CIA : China ingin gantikan AS sebagai adidaya dunia

id china,negara adidaya dunia,China ingin gantikan AS sebagai adidaya dunia,Badan Intelijen Pusat AS,cia,perang dingin

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping. (ANTARA News/ Reuters)

"Menurut istilah mereka dan apa yang disampaikan Presiden Xi, saya berpendapat, secara definisi...
Jakarta (Antaranews Sulsel) - China ingin mengganti posisi Amerika Serikat sebagai negara adidaya dunia melalui berbagai operasi pengaruh Beijing ke berbagai belahan dunia, kata seorang pejabat Badan Intelijen Pusat AS (CIA).

Wakil Asisten Direktur Pusat Misi Asia Timur CIA Michael Collins, seperti dikutip laporan CNN yang dipantau Antara di Jakarta, Minggu, mengatakan Presiden Xi Jinping dan pemerintahannya sedang melakukan "perang dingin" terhadap AS.

"Menurut istilah mereka dan apa yang disampaikan Presiden Xi, saya berpendapat, secara definisi, apa yang mereka sedang lakukan terhadap Amerika Serikat sejatinya adalah perang dingin. Tentu bukan seperti yang kita lihat selama Perang Dingin dulu, tapi perang dingin secara definisi," katanya.

Perang dingin yang dia maksud secara definisi itu adalah sebuah negara yang mengerahkan seluruh kekuatan resmi dan tidak resmi yang dimilikinya, pemerintah dan swasta, ekonomi dan militer, untuk melemahkan posisi lawan tanpa tindakan konflik.

Namun, dalam pernyataannya saat tampil sebagai pembicara di Forum Keamanan Aspen, Colorado, hari Jumat (20/7) waktu AS itu, Collins menekankan bahwa China tidak ingin berkonflik.

Upaya Beijing ini, lanjut Collins, dimaksudkan agar pada akhirnya, setiap negara di dunia akan berpihak kepadanya dan bukan kepada AS saat mereka memutuskan kepentingan nasionalnya terkait dengan isu-isu kebijakan.

Melihat tulisan-tulisan Presiden Xi, cara pandang dirinya tentang dunia sebagaimana juga tercermin dalam Konstitusi China belum lama ini, maka semakin tampak jelas bahwa ancaman China merupakan tantangan global terbesar bagi AS saat ini, katanya.

Baca juga: Pertemuan Xi dan Trump tentukan hubungan masa depan China-AS
Pewarta :
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar