Kebakaran di Makassar tewaskan satu keluarga

id kebakaran,sekeluarga,satu keluarga,jalan tinimbu lorong 166B,Makasar,Sulawesi Selatan,korban tewas terbakar,pemadam kebakaran

etugas Pemadam Kebakaran berusaha memadamkan api saat kebakaran di jalan Tinumbu lorong 166 B, Kelurahan Panampu, Kecamatan Tallo, Makassar, Sulawesi Selatan, (6/8). Akibat dari peristiwa itu enam orang dinyatakan tewas, dengan kerugian materil diperkirakan kurang lebih Rp800 jutaan. FOTO/Darwin Fatir/18.

"Jumlah korban ada enam orang dan semuanya dibawa ke rumah sakit, tim inafis masih akan menyelidiki penyebab dari kebakaran itu," tutur Amrin di Tempat Kejadian Perkara.
Makassar (Antaranews Sulsel) - Satu keluarga akhirnya dinyatakan tewas terbakar setelah terjebak satu jam di rumahnya ketika sijago merah beraksi pada Senin dini hari pukul 03.15 WITA, di jalan Tinumbu lorong 166 B, Kecamatan Tallo, Makassar, Sulawasi Selatan.
   
Korban jiwa tersebut berjumlah enam orang tiga laki-laki dan tiga perempuan. Korban yakni kakek, nenek, anak dan cucu, masing-masing H Sanusi (70), Hj Bondeng (65), orang tua dari Hj Musdalifa (30), mengalami kondisi ganguan penglihatan.
   
Kemudian Fahril (22), Namira (19) dan Hijas (2,5), merupakan cucu dari anak korban lainnya yang sedang berada di Jayapura, Papua.
   
Sumber api sementara ini diduga akibat korsleting dari tiang listrik berada di depan yang merambat masuk ke dalam rumahnya. Berdasarkan pantauan lapangan saat itu, api mulai membesar dan terus melalap rumah korban, selanjutnya menyambar ke rumah tetangga satu sebelah kiri dan tiga di sebelah kanan.
   
Rumah tersebut memang menyimpan kardus penyimpan ikan dan material mudah terbakar. Berdasarkan keterangan warga sekitar, diketahui pemilik rumah merupakan salah satu juragan ikan di Pelabuhan Paotere. Sedangkan rumah tentangganya sebelah kanan membuka usaha butik.             
   
Subuh itu sempat terdengar suara meminta tolong, bahkan almarhum Fahril disapa akrab Desta itu berusaha keluar dari rumahnya, tetapi tidak beruntung, karena pintu pagar besi rumah terkunci gembok dan kuncinya tidak diketahui keberadaannya.
   
Korban pun panik dan terus mencari tempat aman, karena kobaran api sangat besar sehingga pemuda ini tidak mampu berbuat banyak, tuhan berkata lain, Desta pun tewas terpanggang. Sejumlah warga sekitar berupaya memadamkan api seadanya, tetapi api tidak bisa dibendung.   
   
Disaat bersamaan terlihat pula percikan listrik dari tiang listrik yang korselet tersebut terus menyala-nyala, api pun terlihat semakin meninggi ditambah suara warga berteriak-teriak. Beberapa saat kemudian bantuan datang, petugas Pemadam Kebakaran langsung bekerja memadamkan api, arus listrik pun langsung diputus.  
   
Warga sekitar mulai berdatangan hingga ramai, dan berupaya membantu pemadam, hanya saja di tempat kejadian malah mereka terlihat menghalangi petugas pemadam. Api berhasil dikuasai pada pada pukul 05.00 WITA, tim pemadam pun mulai mencari jasad para korban setelah warga mengatakan ada orang didalam.
   
Dua jenazah ditemukan lebih dulu di lantai dasar yang berdekatan dengan kamar mandi dalam posisi tengkurap. Selanjutnya di evakuasi mengunakan kantong mayat, lalu dibawa ke rumah sakit terdekat oleh mobil patroli polisi.

Hingga fajar mulai menyingsing, tim pemadam bersama anggota polisi kembali menemukan tiga korban lainnya setelah dilakukan pencarian berada di lantai dua. Awalnya Desta dikabarkan selamat, namun saat pencarian ulang, jasadnya ditemukan terakhir di lantai dasar tertimbun reruntuhan.
   
Kapolsek Tallo Kompol Amrin membenarkan kejadian itu dengan mengatakan seluh jenazah korban dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan sebagai bagian dari prosedur tetap.
   
"Jumlah korban ada enam orang dan semuanya dibawa ke rumah sakit, tim inafis masih akan menyelidiki penyebab dari kebakaran itu," tutur Amrin di Tempat Kejadian Perkara.
   
Kepala Bidang Operasional Pemadam Damkar Makassar, Hasanuddin, menyebutkan jumlah kendaraan damkar yang diturunkan sebanyak 10 unit termasuk tim Rescue atau penyelamat.
   
"Semua korban sudah evakuasi dan dimasukkan dalam kantong mayat untuk dibawa ke rumah sakit agar diidentifikasi lebih lanjut, ada dua rumah terbakar, tiga lainnya rusak saat pemadaman karena berdampingan dengan sumber api,"beber dia.
   
Salah seorang pihak keluarga, Bojes, di lokasi kejadian menuturkan kejadian tersebut terjadi disaat hampir subuh, dan tanpa disangka-sangka api langsung membesar melahap rumah keluarganya.
   
"Biasanya anak-anak masih nongkrong, tapi waktu mereka sudah bubar lebih awal, saya pun kaget dibangunkan ada rumah keluarga terbakar, ternyata benar. Kami merasa sangat kehilangan,"ucapnya sedih.
   
Ketua RW 02, Kelurahan Panampu, Saenal Abidin (43) menerangkan saat kejadian mendengar suara ribut dari warga bahwa terjadi kebakaran, lalu selanjutnya keluar rumah untuk memastikan itu. Saat diluar melihat kumpalan asap dan api langsung menghubungi pemadam serta pihak kepolisian.
   
"Warga sudah berusaha memadamkan api pakai ember, tapi malah tambah besar. Penghuni rumah juga sedang berada di dalam, kata warga sempat minta tolong, tetapi pintu pagarnya terkunci, beruntung pemadam cepat datang dan sebagian rumah aman. Penghuni rumah satu keluarga meninggal," ungkap dia.
   
Hingga saat ini pascajenazah dievakuasi, tim inafis Polda Sulsel melakukan olah Tempat Kejadian Perkara dengan memasang garis polisi. Warga pun masih terlihat pada di lokasi meskipun jasad para korban sudah berada di rumah sakit.


 
Pewarta :
Editor: Suriani Mappong
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar