Pemprov usulkan pembangunan kembali gedung SMA 1

id soni sumarsono,penjabat gubernur sulsel,pembangunan gedung sma 1

Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan Soni Sumarsono (FOTO/Humas Pemprov Sulsel)

Makassar (Antaranews Sulsel) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mengusulkan pembangunan kembali gedung berlantai tiga di SMA Negeri 1 Makassar yang saat ini kondisinya dinilai memprihatinkan dan membahayakan bagi para siswa.

"Untuk SMA 1 diproyeksikan untuk dukungan APBN karena perombakannya secara keseluruhan," kata Penjabat Gubernur Sulsel Soni Sumarsono usai mengunjungi SMA Negeri 1 dan SMA Negeri 5 Makassar, Rabu.

Dalam kunjungannya ke SMA Negeri 1, Soni menyaksikan sebagian siswa sekolah tersebut harus menggunakan ruangan lain seperti Laboratorium Kimia, Laboratorium Komputer, dan Aula sebagai ruang belajar, karena ruang kelas mereka di lantai tiga salah satu gedung di sekolah tersebut tidak bisa lagi digunakan karena terancam rubuh.

Hal tersebut membuat suasana belajar kurang kondusif. Di Laboratorium Kimia misalnya, para siswa duduk berdempetan dalam satu meja panjang sebanyak lima atau enam siswa, beberapa hanya menggunakan kursi kayu bulat tanpa sandaran punggung selama proses pendidikan berlangsung.

"SMA 1 itu sudah tidak layak sebenarnya untuk sebuah proses kependidikan," tambah Soni.

Menurut Soni diperlukan biaya yang sangat besar untuk merombak bangunan tiga lantai yang berumur 40 tersebut, sehingga dukungan APBN sangat dibutuhkan.

"Tidak mungkin APBD bisa menutupi pembiayaan bangunan tiga lantai seperti itu, APBD sifatnya hanya menambah-nambah," ujarnya.

Terkait SMA Negeri 5, Soni menilai kondisinya jauh lebih baik jika dibandingkan dengan SMA Negeri 1, meskipun beberapa hal harus diperbaiki seperti sarana olah raga.

Pihaknya, kata Soni, sengaja melakukan kunjungan ke sekolah-sekolah untuk mengumpulkan informasi kebutuhan sektor pendidikan, apa lagi saat ini tengah memasuki tahap perencanaan untuk anggaran APBD dan APBN 2019.

"Saya yakin setiap sekolah memiliki kebutuhan yang berbeda-beda," kata dia.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sulsel Irman Yasin Limpo mengatakan pihaknya memperkirakan kebutuhan dana untuk membangun gedung tersebut mencapai Rp25 miliar.

"Gedung itu harus dirobohkan semua, tidak mungkin hanya lantai tiga yang diperbaiki. Proposal sudah kami ajukan untuk APBN, kami berharap juga bisa dianggarkan di APBD," kata dia.
Pewarta :
Editor: Amirullah
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar