Polres Polewali Mandar tangkap pria aniaya anak tirinya

id pria aniaya balita,anak tiri,polres polewali mandar,Dusun Boyolali, Desa Kebunsari, Kecamatan Wonomulyo

Ilustrasi. Anggota Komunitas Pecinta Anak Jalanan (KPAJ) Makassar mewarnai kain dengan cap tangan saat memperingati Hari Anak Nasional, di bawah Jembatan Layang, Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (23/7). ANTARA FOTO/Abriawan Abhe/18

Mamuju (Antaranews Sulsel) - Satuan Reskrim Polres Polewali Mandar Provinsi Sulawesi Barat menangkap seorang pria yang tega menganiaya seorang balita berusia dua tahun yang merupakan anak tirinya sendiri di Dusun Boyolali, Polewali Mandar.

Kasat Reskrim Polres Polewali Mandar Ajun Komisaris Polisi Niki Ramdhany, Kamis mengatakan, balita berinisial AAZ itu tewas usai mendapatkan kekerasan fisik yang dilakukan RS (17), ayah tirinya sendiri pada Jumat (27/7) lalu.

"Kasus kekerasan yang dialami balita berusia dua tahun tiga bulan yang dilakukan oleh ayah tiri itu berlangsung di Dusun Boyolali, Desa Kebunsari, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, pada 27 Juli 2018 sekitar pukul 10. 30 Wita," kata Niki Ramdhany.

Pelaku yang telah diperiksa Unit perlindungan perempuan dan Anak Polres Polewali Mandar sejak Rabu (8/8) lanjut Niki Ramdhany, telah ditetapkan sebagai tersangka dengan dijerat 80 ayat 1,2,3 juncto Pasal 76 huruf (C) Undang-undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak," tegas Niki Ramdhany.

Kronologi penganiayaan balita itu lanjut Niki Ramdhany berawal saat? tersangka tengah mengawasi korban yang sedang bermain di belakang rumahnya, namun tiba-tiba AAZ menangis sambil buang air besar.

Melihat hal itu, RS lalu mendekati anak tirinya kemudian menyuruh korban diam namun AAZ tetap menangis sehingga membuat RS kesal dan langsung memukul dengan cara meninju pada bagian dada anak tirinya.

Akibat pukulan itu, korban langsung tersungkur dengan posisi miring, kemudian tersangka mengambil posisi jongkok di samping korban kemudian kembali meninju dada korban sebanyak dua kali hingga posisi korban kembali terlentang.

"Namun karena korban masih menangis tersangka lalu mencekik hingga balita itu tidak mengeluarkan suara lagi. Setelah itu, RS menggendong korban menuju ke rumahnya namun dalam perjalanan korban sudah tidak bergerak. Saat tiba di rumah, RS mengaku kepada istrinya (ibu kandung korban) bahwa AZZ jatuh. Korban kemudian dibawa ke puskesmas namun setelah dilakukan pemeriksaan, dokter menyatakan jika korban sudah meninggal," terang Niki Ramdhany.

Kejadian itu lanjut Kasat Reskrim, dilaporkan tetangga korban yang merasa curiga atas kematian AZZ.

"Kasus tersebut dilaporkan tetangga korban yang melihat ada kejanggalan atas kematian balita itu. Dari laporan itulah kemudian kami melakukan penyelidikan dan terungkap bahwa AZZ meninggal akibat dianiaya oleh bapak tirinya sendiri," jelas Niki Ramdhany.
Pewarta :
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar