Realisasi investasi Sulsel triwulan kedua menurun

id investasi sulsel

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) AM Yamin memberi keterangan mengenai realisasi investasi Sulsel triwulan II 2018 di Makassar, Rabu. (Foto ANTARA/Nurhaya J. Panga)

Makassar (Antaranews Sulsel) - Realisasi investasi di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) pada triwulan II 2018 tercatat mengalami penurunan sebesar 31 persen dibandingkan dengan realisasi investasi pada periode yang sama tahun 2017.

"Pada triwulan II investasi yang masuk sebesar Rp3,2 triliun, ini memang lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp4,64 triliun," kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sulsel AM Yamin di Makassar, Rabu.

Meski mengalami penurunan, kata dia, namun realisasi di triwulan II ini lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya yang tercatat hanya Rp2,1 triliun. "Artinya ada tren peningkatan dari triwulan ke triwulan," kata dia.

Ia menampik kemungkinan penurunan investasi ini dipengaruhi oleh pelaksanaan pilkada serentak di bulan Juni lalu. "Buktinya pelaksanaan pilkada berjalan aman. Kami juga tak mendapat komplain dari pengusaha yang terganggu aktivitasnya karena masalah pilkada, kalaupun ada keluhan itu terkait masalah administrasi," katanya.

Menurut AM Yamin, penurunan ini lebih banyak disebabkan oleh berkurangnya aktivitas investor di tahun ini, setelah sebelumnya melakukan investasi cukup besar di awal proyek. "Ini terkait siklus di dalam perusahaan itu sendiri, kemungkinan mereka sudah banyak melakukan belanja modal pada tahun sebelumnya, sehingga tahun ini yang tersisa hanya pekerjaan di lapangan," ujarnya.

Ia menambahkan realisasi investasi ini didominasi oleh penanaman modal asing dengan nilai Rp2,44 triliun, ?sementara penanaman modal dalam negeri hanya Rp791 miliar. Adapun sektor yang dominan adalah listrik, gas, dan air, dengan persentase mencapai 79 persen, diikuti oleh sektor pertambangan sebesar 9 persen.
Pewarta :
Editor: Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar