BNN Sulsel musnahkan lima kilogram sabu

id mardi rukmianto,kepala bnn sulsel,musnahkan 5 kilogram sabu

Kepala BNNP Sulsel, Brigjen Pol Mardi Rukmianto (kiri) memasukan barang bukti sabu saat pemusnahan di kantor Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulsel , Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (27/8). ANTARA FOTO/Akbar Tado/18.

Hari ini barang bukti sabu-sabu kurang dari 200 gram atau tepatnya 4,8 kilogram itu kita musnahkan setelah dikoordinasikan dengan kejaksaan maupun pengadilan
Makassar (Antaranews Sulsel) - Badan Narkotika Nasional Provinsi Sulawesi Selatan memusnahkan lima kilogram narkoba jenis sabu-sabu yang sebulan sebelumnya diamankan oleh anggotanya di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).

"Hari ini barang bukti sabu-sabu kurang dari 200 gram atau tepatnya 4,8 kilogram itu kita musnahkan setelah dikoordinasikan dengan kejaksaan maupun pengadilan," ujar Kepala BNNP Sulsel Brigjen Pol Mardi Rukmianto di Makassar, Senin.

Ia mengatakan, sabu-sabu seberat lima kilogram itu berasal dari tangan tiga orang tersangka yakni Tony, Dony dan Saddang. Antara Tony dan Dony masih bersaudara.

Mardi Rukmianto menjelaskan barang bukti lima kilogram sabu-sabu itu diamankan dari para pelaku yang disembunyikan dalam ember plastik bekas cat untuk mengelabui petugas.

"Ada banyak cara trik dan taktik yang digunakan oleh pelaku, salah satunya menyimpan sabun-sabu di dalam ember plastik bekas cat. Tetapi anggota bisa mengungkap itu," katanya.

Dia mengatakan awalnya, Kamis (19/7), petugas mendapatkan informasi dari masyarakat tentang adanya tindak pidana penyalahgunaan narkotika dan berhasil mengamankan Tony di depan SMP Negeri 2 Rappang, Kabupaten Sidrap bersama barang bukti sabu-sabu seberat 1,8 kilogram lebih.

Dari tangan pelaku ini, polisi kemudian mengembangkan kasusnya dan menginterogasi Tony sehingga mengakui perbuatannya jika semua barang haram yang dimilikinya didapatkan dari tangan Saddang (29).

Polisi yang sudah mendapatkan banyak keterangan dari Tony kemudian bergerak untuk mengamankan Saddang dan dari tangannya pula ditemukan barang bukti seberat 2,8 kilogram lebih.

Mardi menyatakan semua sabu-sabu yang dimiliki kedua tersangka itu didapatkan dari seseorang berinisial AF. Namun keberadaan AF hingga saat ini belum diketahui dan sudah berstatus masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

"Alurnya seperti itu. Ditangkap dulu Tony bersama barang buktinya, kemudian diamankan lagi Saddang juga bersama barang buktinya. Antara Tony dan Saddang ini masing-masing mendapatkan barang dari AF yang sekarang berstatus DPO," katanya.

Ia mengatakan interogasi terhadap kedua pelaku juga mengakui jika pengendali yang memerintahkan untuk mengedarkan narkoba itu adalah Donny, yang berada di kawasan Cempaka Putih Jakarta.

"Dari keterangan tersangka anggota ke Jakarta dan meminta bantuan dari Polsek Cempaka Putih untuk menangkap Donny sebelum dibawa pulang ke Makassar," katanya.
Pewarta :
Editor: Amirullah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar