Polrestabes Makassar gelar rekonstruksi pembakaran rumah

id dian astetika,kasat reskrim polrestabes makassar,rekonstruksi pembunuhan satu keluarga

Polrestabes Makassar gelar rekonstruksi pembakaran rumah

Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Irwan Anwar (kanan) menunjukkan lima orang pelaku yang ditangkap terkait kasus dugaan pembakaran rumah mengakibatkan enam orang tewas terbakar di jalan Tinumbu, lorong 166B, Kecamatan Tallo, Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu, (13/8). Dalam kasus ini polisi berhasil membongkar motifnya karena narkoba. FOTO HO/istimewa.

Rekonstruksi kami lakukan di belakang kantor Mapolrestabes Makassar dan tidak dilakukan di lokasi kejadian karena mempertimbangkan banyak hal yang salah satunya keselamatan para pelaku
Makassar (Antaranews Sulsel) - Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Makassar menggelar rekonstruksi kasus pembakaran rumah yang menewaskan satu keluarga terkait dengan dugaan kasus narkoba di Jalan Tinumbu, Kecamatan Tallo, Makassar.

"Rekonstruksi kami lakukan di belakang kantor Mapolrestabes Makassar dan tidak dilakukan di lokasi kejadian karena mempertimbangkan banyak hal yang salah satunya keselamatan para pelaku," ujar pelaksana tugas Kasat Reskrim Polrestabes Makassar Kompol Diari Astetika di Makassar, Selasa.

Dalam rekonstruksi itu, para pelaku dan properti yang digunakan tersangka dalam membakar rumah H Sanusi (70) dihuni oleh beberapa anak dan kerabat lainnya dihadirkan oleh penyidik hingga menyerupai suasana di lokasi kejadian.

Beberapa kerabat korban pembunuhan berencana itu sebelum rekonstruksi digelar sudah datang ke lokas di Jalan Serui untuk melihat langsung beberapa adegan yang dilakukan oleh para pelaku pembakaran.

Pihak kerabat korban terlihat kesal dan menangis histeris ketika melihat para pelaku pembakaran. Keluarga korban juga beberapa kali terlibat adu dorong dengan polisi yang menutup akses bagi para keluarga maupun masyarakat lainnya.

"Rekonstruksi sangat penting dan tidak boleh ada pihak lain yang tidak berkepentingan masuk dalam lokasi itu. Kami memang selalu mengantisipasi hal demikian, makanya kita membentangkan police lain dan membuat pagar dari anggota untuk antisipasi itu," katanya.

Sebelumnya, peristiwa kebakaran rumah terjadi hari Senin (6/8) yang menewaskan satu keluarga sebanyak enam orang. Polisi yang melakukan penyelidikan menemukan banyak kejanggalan hingga akhirnya mampu mengungkap motif pembakaran rumah tersebut.

Dalam kebakaran itu, enam orang dilaporkan tewas yakni tiga laki-laki dan tiga perempuan, di antaranya H Sanusi (70), Hj Bondeng (65), Hj Musdalifa (30), Fahril (22), Namira (19) dan Hijas (2,5).
Pewarta :
Editor: Amirullah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar