Soni titip penyelesaian sejumlah persoalan ke Nurdin

id soni dan nurdin,sertijab gubernur sulsel

Mantan Penjabat Gubernur Soni Sumarsono (kanan) bersalaman dengan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah pada serah terima jabatan yang berlangsung di Ruang Pola,Kantor Gubernur Sulsel, Jumat (7/9) (Humas Provinsi Sulsel)

Saya menitipkan penyelesaian hibah lahan untuk mewujudkan masjid dengan pendidikan anak yang ramah dan komprehensif
Makassar (Antaranews Sulsel) - Mantan Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan Soni Sumarsono menitipkan penyelesaian sejumlah persoalan kepada Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah.

"Saya menitipkan penyelesaian hibah lahan untuk mewujudkan masjid dengan pendidikan anak yang ramah dan komprehensif," kata Soni usai menandatangani dokumen Serah Terima Jabatan (Sertijab) yang menandai peralihan memori jabatan dari pihaknya kepada Nurdin Abdullah di Makassar, Jumat.

Lahan yang dimaksud Soni, adalah lahan seluas 7 hektare milik Pemprov Sulsel yang berlokasi di Kompleks Masjid Al Markas Al Islami, dan rencananya akan dihibahkan ke yayasan masjid tersebut. Saat ini penyelesaian terkait masalah hibah ini tengah diproses oleh Panitia Khusus (Pansus) DPRD Sulsel.

"Semoga tim Pansus bisa menyelesaikan proses hibah ini bersama Pak Gubernur," ucap Soni.

Selain itu, Soni juga menitipkan pemeliharaan Tugu Pahlawan yang terletak di depan Benteng Rotterdam, Makassar.

"Saya berharap tugu tersebut bisa dijaga dan menjadi bagian yang bisa diteruskan kepada generasi penerus kita," ujarnya.

Soni juga berharap Nurdin Abdullah dapat mewujudkan wisata halal di Sulsel, karena selama ia berada di provinsi ini pihaknya belum menemukan wisata halal tersebut.

"Semoga hal ini bisa dicapai," imbuhnya.

Ia juga menitipkan upaya peningkatan kapasitas Aparatur Sipil Negara (ASN) khususnya terkait penguasaan teknologi.

"Birokrasi Sulsel saya nilai luar biasa, karena telah menerapkan e-planning dan e-budgeting, tetapi ini harus didukung dengan kapasitas ASN," kata dia.

Adapun terkait hibah lahan tersebut, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah mengakui sementara mempelajari proses hibah lahan Al Markaz yang sementara berproses.

"Selama tidak melanggar aturan dan manfaat untuk rakyat kita coba pertimbangkan, jangan lahan dialihkan begitu saja dan tidak jelas. Jangan hanya menyerahkan, peruntukkan dan statusnya seperti apa dulu. Apakah dihibahkan atau pinjam pakai," jelasnya.
Pewarta :
Editor: Amirullah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar