Ruko parcel Bulukunyi terbakar tewaskan tiga orang

id Ruko parcel terbakar,Tewaskan tiga orang,Kebakaran Makassar,Jalan Bulukunyi,Makassar,sulsel,Tiga korban jiwa,Arus pendek,Korsleting,Listrik,Labfor

Petugas Labfor Polda Sulsel melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara di lokasi kebakaran yang menewaskan tiga orang pasca kebakaran dua ruko penjual Parsel di jalan Bulukunyi, Makassar, Selasa (11/9) dinihari. FOTO/Darwin Fatir/18.

Saya dan kedua anak saya fokus menyelamatkan diri dan naik ke lantai tiga lalu berdiri didekat  jendela untuk mencari udara segar. Sekitar 15 menit kami bertahan diatas, untung api cepat dipadamkan lalu saya di bawa keluar dari rumah," tutur Aisyah
Makassar  (Antaranews Sulsel) - Dua unit Rumah Toko (Ruko) berjualan Parcel terbakar sekitar pukul 04.00 WITA, Selasa dini hari, dan menewaskan tiga orang korban di jalan Bulukunyi, Kelurahan Maricayya, Makassar, Sulawesi Selatan. 

Tiga orang korban yang teridentifikasi diketahui satu keluarga  masing-masing, Rosmiati (40),  ibu Rahdianty Rahmana (19) dan  Rafika Nur Safitri (11) anak. Jasad  korban kini disemayamkan di kamar jenazah Rumah Sakit Bayangkara untuk divisum dan rencananya di makamkan di pekuburan umum Kabupaten Gowa, Sulsel.

Berdasarkan keterangan saksi, yang juga ipar korban, Aisyah (36) saat kejadian itu, mendengarkan  suara ribut-ribut dari dibawah rumahnya berlantai tiga itu hingga terdengar suara kaca jendela pecah. 

Suaminya, Muh Syahlan (38) kala itu turun untuk melihat kejadian, tenyata sudah ada asap tebal dan api menyala-nyala disebelah rumahnya hanya berbatasan dinding batu. Tidak hanya itu puluhan warga sudah berkumpul di lokasi kejadian.

Suaminya berniat kembali ke atas untuk menyelamatkan kedua anaknya Zahra (5) dan Gazali (2) dirinya, namun ditahan warga karena sudah ada pemadam kebakaran juga tiba untuk memadamkan api. Dirinya bersama dua anaknya memilih naik ke atas lantai tiga untuk mencari udara segar karena rumahnya sudah dipenuhi asap.

"Saya dan kedua anak saya fokus menyelamatkan diri dan naik ke lantai tiga lalu berdiri didekat  jendela untuk mencari udara segar. Sekitar 15 menit kami bertahan diatas, untung api cepat dipadamkan lalu saya di bawa keluar dari rumah," tutur Aisyah sedih ketika diwawancarai wartawan 
berada tidak jauh dari depan rukonya pascakebakaran.

Dalam kejadian itu dia sempat menelpon keluarga bahwa  rukonya  yang ditempati  usaha parcel dan pulsa itu terbakar. Usai si jago merah padam, suaminya pun bersyukur semua keluarganya berhasil selamat, kendati demikian takdir berkata lain tentangga sekaligus keluarganya  harus tewas terbakar di rukonya.

"Ratih (Rahdianty) sempat bicara sama saya sebelum kejadian malam itu, tidak ada tanda-tanda mau kebakaran, nanti subuh baru kejadian. Kata orang-orang kebakaran akibat korsleting listrik," ujarnya yang masih terlihat shock.

Dirinya juga membenarkan suami korban Rosmiati,  Abdul Rahim (43) sebelum melompat dari atas rukonya berlantai dua saat kebakaran sempat menyelamatkan anak lelaki bungsunya Ade Raka (4) dengan membuangnya turun ke bawah lalu ditangkap warga.

Namun, sayang usai melompat kakinya terluka dan mengalami trauma tulang hingga harus  di bawah ke rumah sakit untuk diberikan perawatan medis.

Baca juga: Pemilik ruko dimbau siapkan alat pemadam kebakaran

Kapolsek Makassar, Kompol Usman mengatakan saat ini pihak Labfor Polda Sulsel sedang melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk  mengetahui sebab terjadinya api, meskipun dugaan sementara adalah korsleting listrik.

"Masih dilakukan penyelidikan, sementara ini tim melakukan olah TKP disana. Polisi masih terus melakukan pengembangan atas kasus ini termasuk memeriksa saksi-saksi yang melihat kejadian," katanya.

Kedua ruko ini masing masing bernama Istana Parcel dan Garasi Parsel. Api diduga bermula dari Istana Parsel sebelah kiri Garasi Parcel. Sijagokan merah cepat membesar karena barang dagangan mudah terbakar.

Berdasarkan pantauan di lokasi yang masih terpasang garis polisi, ada dua unit motor hangus terbakar, diperkirakan kerugian mencapai ratusan juta. Petugas Labfor juga terlihat melakukan pekerjaannya dan  petugas PLN memulihkan kondisi kelistrikan. 

Sebelumnya, sebanyak 11 unit pemadam kebakaran diterjunkan memadamkan api saat kejadian tersebut. Puluhan warga juga ikut membantu. Belum diketahui penyebab terjadinya kebakaran, kendati diduga disebabkan konsleting listrik.
Pewarta :
Editor: M Darwin Fatir
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar