Wabup Mamuju apresiasi kehadiran Bank Mandiri Taspen

id wakil bupati mamuju,Irwan SP Pababari,Bank Mandiri Taspen,Soft Opening Kantor Cabang Pembantu Bank Mandiri Taspen,mamuju,sulawesi barat

Wakil Bupati Mamuju Irwan SP Pababari (ist)

Mamuju (Antaranews Sulsel) - Wakil Bupati Mamuju, Sulawesi Barat, Irwan SP Pababari, mengapresiasi kehadiran Kantor Cabang Pembantu Bank Mandiri Taspen di daerah itu.

"Selaku pemerintah daerah, kami sangat mengapresiasi kehadiran Bank Madiri Taspen di Mamuju," kata Irwan SP Pababari, pada Soft Opening Kantor Cabang Pembantu Bank Mandiri Taspen, di Mamuju, Kamis.

Wabup mengatakan, kehadiran Bank Mandiri Taspen telah memberi alternatif bagi para purnabakti yang ada di Mamuju.

"Alhamdulillah, ini adalah fasilitas yang sangat luar biasa khususnya bagi orang tua kita yang ada di Mamuju. Dengan kehadiran bank ini, alternatif kita bertambah lagi dan Insya Allah kehidupan perekonomian kita juga semakin meningkat," kata Irwan SP Pababari.

Sementara itu, Distribution Head Wilayah IV Mandiri Taspen I Dewa Gede Swardana menjelaskan bahwa bank tersebut merupakan kolaborasi dengan komposisi kepemilikan saham, Bank Mandiri sebesar 50 persen, Taspen 48 persen dan 2 persen dimiliki oleh umum.

Bank Mandiri Taspen atau disingkat Mantap memiliki motto `Tiada Kata Pensiun Untuk Berkarya'.

Dikatakan, Bank Mandiri Taspen mempunyai beberapa program bagi nasabah, diantaranya, Mantap Aktif yakni pihaknya aktif dalam melakukan kegiatan-kegiatan sosial, kemudian Mantap sejahtera yaitu dengan memberi pelatihan kewirausahaan bagi para pensiunan.

Program lainnya, Mantap Sehat dengan mengajak nasabahnya senam atau melakukan aktifitas lain agar tetap bugar.

"Jadi, bank ini didirikan untuk menjembatani purnawirawan dan pensiunan kita untuk mendapatkan fasilitas yang baik dengan berbagi program yang kami sediakan," ujar Dewa Gede Swardana.

Bank Mandiri Taspen berdiri sejak tahun 2015 dan kini telah hadir di 27 provinsi yang ada di Indonesia, termasuk di Provinsi Sulawesi Barat.
Pewarta :
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar