Wantimpres temui gubernur bahas sistem demokrasi

id watimpres, temui gubernur sulsel,sistem demokrasi

Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah (kanan) bersama Sekretaris Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Mayjen TNI (Purn) I Gde Nyoman Arsana (kiri) (Humas Provinsi Sulsel)

Tim Wantimpres ini lagi membuat sebuah pedoman, bagaimana sistem demokrasi kita bisa berjalan dengan baik, dengan murah tanpa insiden, termasuk yang banyak disoroti soal Pilkada
Makassar (Antaranews Sulsel) - Sekretaris Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Mayjen TNI (Purn) I Gde Nyoman Arsana dan juga penulis buku "Dewasa Dalam Berdemokrasi" Surya Wiranto menemui Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah membahas sistem demokrasi.

"Tim Wantimpres ini lagi membuat sebuah pedoman, bagaimana sistem demokrasi kita bisa berjalan dengan baik, dengan murah tanpa insiden, termasuk yang banyak disoroti soal Pilkada," kata Nurdin usai menerima kunjungan tersebut di Makassar, Kamis.

Nurdin menyebutkan, kajian mereka dilakukan dengan harapan Pilkada nantinya bisa lebih murah, lebih adem, dan menghasilkan pemimpin yang baik.

Selain itu, kata dia, mereka juga meneliti mengapa kotak kosong (Koko) bisa menang di Pilkada Makassar.

"Kenapa kotak kosong menang, kotak kosong tidak bisa berkampanye, tidak bisa bersosialisasi kok bisa menang, begitu," sebutnya.

Figur dari para kandidat ini, menurut Nurdin, juga dikaji karena hal ini menjadi salah satu yang menarik di Sulsel, kandidat yang ada dinilai dewasa dalam berkontestasi.

"Pertama kali di Sulsel ini berpilkada damai, tenang, lahir pemimpin tanpa gugat menggugat, itu," ujarnya.

Buku ini sendiri ditulis juga oleh Rektor Universitas Islam Negeri Syarief Hidayatullah Jakarta periode 2006-2015.

I Gde Nyoman menyebutkan saat ini mereka sedang melakukan pengumpulan data, sebelumnya di Medan (Sumatera Utara) dan Pontianak (Kalimantan Barat), selanjutnya di Makassar (Sulawesi Selatan).

"Kami tertarik banyak terjadi fenomena mengarah ke depan untuk lebih baik, kami sudah membuat tulisan berdasarkan data sekunder, sekarang data primer, di tulis oleh tim kami di Jakarta yang melibatkan, tiga profesor dan ahli," jelasnya.

Adapun sasaran dari buku ini, membuat demokrasi yang baik di Indonesia. Demokrasi yang didasarkan pada nilai Pancasila.

"Kita ingin membuat demokrasi khas Indonesia yang ada di barat, belum tentu cocok karena kita ada falsafah Pancasila, kita menggali nilai sendiri kita lihat demokrasi yang ada di seluruh dunia tidak sama," paparnya.

Adapun untuk di Sulsel, salah satu fokusnya, pada fenomena kemenangan kota kosong. Untuk pemilihan gubernur, dari buku ini juga digali perjalanan gubernur terpilih hingga menang.

"Apa resep dari gubernur baru, Nurdin Abdullah bisa menang, kalau kita liat figur beliau bagus, dua kali menjadi Bupati Bantaeng. Masyarakat Sulsel semakin dewasa dan bisa jadi contoh daerah lain," sebutnya.
Pewarta :
Editor: Amirullah
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar