Gubernur Sulsel dukung pengembangan usaha perahu pinisi

id nurdin abdullah,gubernur sulsel,pinisi,pusat pembuatan kapal pinisi, di Desa Ara, Kecamatan Bonto Bahari, Kabupaten Bulukumba

Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah (tengah) didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel Liestyati F Nurdin mengunjungi pusat pembuatan kapal pinisi, di Desa Ara, Kecamatan Bonto Bahari, Kabupaten Bulukumba, Sulsel, Sabtu (15/9/2018). (FOTO/Humas Pemprov Sulsel)

"Pemerintah akan memfasilitasi, mungkin dengan memesan kapal (pinisi), kita bisa menikmati makan-makan di atas kapal," kata Nurdin...
Makassar (Antaranews Sulsel) - Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah mendukung pengembangan usaha pembuatan perahu/kapal pinisi yang dilakukan oleh masyarakat Kabupaten Bulukumba.

"Pemerintah akan memfasilitasi, mungkin dengan memesan kapal (pinisi), kita bisa menikmati makan-makan di atas kapal," kata Nurdin dalam kunjungannya ke pusat pembuatan kapal pinisi, di Desa Ara, Kecamatan Bonto Bahari, Kabupaten Bulukumba, Sulsel, Sabtu.

Nurdin yang didampingi oleh Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel Liestyati F Nurdin, menyampaikan bahwa tugas pemerintah adalah menciptakan dan mendorong industri kapal pinisi dan mempromosikannya.

Dalam pertemuan tersebut, mantan Bupati Bantaeng dua periode ini juga bertanya tentang kebutuhan dan kendala yang dihadapi oleh para pembuat Kapal Pinisi ini.

Salah seorang warga Muhammad Saleh Daeng Paggalla menyampaikan mereka membutuhkan tempat pembuatan pinisi dengan atap, sehingga mereka bisa mengerjakan kapal sembari berteduh.

"Kami tentunya sangat senang dan bangga ada dukungan dari pemerintah," ujarnya.

Sejumlah kapal pinisi yang dibuat warga juga telah dipesan oleh pembeli. Salah satunya warga negara asing dari China, dan kapal tersebut akan selesai pada tanggal 10 bulan Oktober dan akan digunakan di Labuan Bajo. Satu kapalnya berkisar Rp2,5 miliar hingga Rp3,5 miliar.?

Salah seorang pembeli asal China ?Nansen yang berprofesi sebagai penyelam mengatakan rencananya akan tinggal di atas kapal tersebut.
Pewarta :
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar