Konjen Australia dorong FTI UMI bersaing global

id Konjen australia, Aron Corbett ,kuliah umum,akultas Teknik Industri,umi makassar

Konsulat Jenderal Australia Aron Corbett saat memberikan kuliah umum bagi mahasiswa baru FTI UMI di Makassar, Senin (17/9). Foto ANTARA/Abd Kadir/18

"Karena dalam ekonomi global, memiliki keahlian dan spesialisasi merupakan hal yang harus dipunyai...
Makassar  (Antaranews Sulsel) - Konsulat Jenderal Australia di Makassar Aron Corbett hadir memberikan kuliah umum yang fokus mendorong para mahasiswa baru Fakultas Teknik Industri (FTI) Universitas Muslim Indonesia berdaya saing pada era globalisasi yang serba cepat dewasa ini.

Konjen Aron Corbett di Makassar, Senin, mengatakan banyak hal yang harus diketahui dan dipelajari para calon insinyur di kampus tersebut agar tidak tertinggal bahkan dilindas ?oleh pesaing-pesaingnya kedepan.

"Karena dalam ekonomi global, memiliki keahlian dan spesialisasi merupakan hal yang harus dipunyai. Banyak hal yang menjadi keuntungan bagi seorang insinyur yang didukung keahlian," katanya.

Ia menjelaskan, globalisasi bukan lagi hal baru namun sudah dilakukan sejak dulu. Seperti misalnya ada orang Bugis Makassar yang berdagang dengan orang Australia yang sudah jauh lebih dulu dibandingkan orang Eropa berdagang ke Australia

Begitupun dengan para insinyur dari FTI UMI tentunya juga bisa memaksimalkan persaingan globalisasi ini untuk mencapai kehidupan dan kesejahteraan yang lebih baik kedepan.

Seorang Insinyur salah satu contohnya bisa menawarkan jasa atau keahlian yang dimiliki bagi perusahaan di seluruh dunia melalui perdagangan bebas yang kini terus berkembang baik di Malaysia ataupun China.

"Pengetahuan teknologi dan komputer di pasar global membutuhkan sosok insinyur ?karena dengan software yang rumit, maka dibutuhkan orang dengan keterampilan dan keahlian khusus," ujarnya.

Begitupun dengan pengetahuan soal bisnis dan kewirausahaan. Masalah kontrak dan proyek yang tidak terlepas dari kerjasama ekonomi, maka insinyur juga sudah nyaman karena memiliki perhitungan.

"Termasuk yang tidak kalah penting yakni menguasai bahasa Inggris, karena dalam ekonomi global, bahasa Inggris menjadi bahasa resmi dan pentin untuk bisnis dengan luar negeri," jelasnya.

Baca juga: FTI UMI tegaskan anti kekerasan dan pungli
Pewarta :
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar