Sebelas petinju Kabupaten Takalar tembus semifinal porda

id porda pinrang,petinju takalar tembus semifinal

Petinju tuan rumah John Latuheru (merah) saat tampil di babak penyisihan cabang tinju Porda 2018 di Halaman Stadion Bau Massepe Pinrang. Sebanyak 11 petinjju Takalar mampu menembus babak semifinal dan menjaga peluang menambah koleksi emas daerahnya di ajang tersebut. (Antaranews Sulsel/Abd Kadir/18)

Kami optimistis bisa menyumbangkan medali emas dari cabor tinju. Sebab atlet tinju kami dari 16 yang ikut Porda, 11 yang sudah dinyatakan lolos di semifinal
Pinrang (Antaranews Sulsel) - Sebelas petinju Kabupaten Takalar melaju ke babak semifinal Pekan Olahraga Daerah (Porda) XVI di Kabupaten Pinrang, 23-30 September 2018.

Ketua Yayasan Boxing Lipang Bajeng Takalar, I Wayan S Natha Daeng Nai di Pinrang, Rabu, mengatakan belasan atlet itu telah siap menghadapi babak perbuatan tiket final beberapa hari kedepan.

"Kami optimistis bisa menyumbangkan medali emas dari cabor tinju. Sebab atlet tinju kami dari 16 yang ikut Porda, 11 yang sudah dinyatakan lolos di semifinal," katanya.

Adapun 11 atlet yang diharapkan mampu menyumbang medali itu masing-masing Fitrah pada kelas 42 kilogram putri, Sry Rahayu (kelas 45 kilogram putri) dan Masda di kelas 51 kilogram putri.

Selanjutnya Muslimin Sugito (kelas 56 kilogram putra), Ikbal (kelas 46 kilogram putra), Sandi (kelas 49 kilogram putra), Nur Indah Asari (kelas 60 kilogram putri), Asdar (kelas 64 kilogram putra), Jumriani (kelas 64 kilogram putri), Siska (kelas 54 kilogram putra), serta yang terakhir atas nama Herianto yang turun di kelas 75 kilogram putra.

Sementara itu, Ketua Koni Takalar, Chalik Suang yang setia mendampingi para atlet terus memberikan dukungan kepada atlet Takalar yang bertanding di Porda.

"Ayo semangat Boxing Lipan Bajeng. Tinju harus meraih emas terbanyak dari kabupaten lain di Porda ini, sebab kita ini punya sekolah tinju di Kabupaten Takalar, jadi kita harus meraih medali emas minimal 5 sampai 6," jelasnya.
Pewarta :
Editor: Amirullah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar