Jumlah pengungsi pascagempa Sulteng capai 81.725 orang

id gempa sulteng,jumlah pengungsi,81.725 orang

Ilustrasi - Pengungsi korban gempa dan tsunami Kota Palu dan Donggala dengan menggunakan pesawat C130 Hercules milik TNI AU tiba di Lanud Hasanuddin, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Minggu (30/9/2018). (ANTARA FOTO/Irwansyah Putra/ama)

Makassar (Antaranews Sulsel) - Jumlah pengungsi pascagempa di hari ke-14 telah mencapai total 81.725 orang tersebar di wilayah Kota Palu, Kabupaten Donggala, dan Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah, Makassar, Sulsel dan Kalimantan, Kamis.

Berdasarkan data Tim Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad) pada Rabu (10/10), jumlah tersebut yakni Kota Palu sebanyak 42.371 orang, Kabupaten Donggala 20.223 orang dan Kabupaten Sigi 16.400 orang dengan sebaran di 112 titik pengungsian.

Selanjutnya di Makassar, Sulsel mencapai 6.635 orang, Kalimantan, 2.096 orang dengan rincian Balikpapan 1.942 orang, Bontang 17 orang, Tarakan 117 orang, dan Nunukan 20 orang, dengan total secara keseluruhan mencapai 81.725 orang.

Sedangkan untuk jumlah pengungsi yang dievakuasi menggunakan jalur udara sebanyak 6.157 orang dengan rincian di Kota Makassar diturunkan 4.631 orang, Balikpapan 1.173 orang, Manado 171 orang dan Jakarta 182 orang.

Sementara melalui jalur laut sebanyak 1.908 orang, terbagi di dua titik yaitu di Makassar, Sulsel 2.853 orang dan Nunukan, Kalimatan Utara, 55 orang.

Untuk korban meningal dunia, sebanyak 2.065 orang di Palu 1.663 orang, Donggala 171 orang, Sigi 223 orang, Parigi Moutong 8 orang. Dimakamkan, pemakaman massal 934 orang di Poboya 864 orang, Pantoloan 35 orang, Donggala 35 orang.

Pemakaman Keluarga 1.076 orang, hilang sebanyak 680 orang tersebar di Palu 652 orang, Sigi 12 orang, Donggala 14 orang, Parigi Moutong 2 orang. Tertimbun, 152 orang, korban luka 4.612 orang tersebar Palu 1.549 orang, Sigi 1.313 orang, Donggala 1.750 orang.

Data kerusakan rumah penduduk, 67.310 unit rumah yakni di Palu 65.733 unit, Donggala 680 unit, dan Sigi 897 unit. Rumah Ibadah 99 unit, Sekolah 143 unit,Rumah Sakit tiga unit, tujuh jembatan, Tower dan Terminal penumpang bandara palu rusak.

Infrastruktur jalan di 12 titik retak, kerusakan parah di Anjungan Talise, Hotel Roa Roa, Hotel De Syah dan Mall Tatura.

Perkantoran, Stasiun TVRI, Polair Polres Donggala, Polres Sigi, Polsek Biromaru, Ditlantas, Mapolsek Sirenja, Mapolsek Labuhan, Mapolsek Sindu.

Saat ini, kondisi dan situasi kota mulai kondusif, perekonomian sudah berjalan dengan aktifitasnya. Bantuan logistik pun terus disalurkan kepada korban pengungsi dan ketersediaan Bahan Bakar Minyak juga sudah mulai terpenuhi, jaringan listrik dan telekomunikasi sudah aktif, " kata Komandan Korem (Danrem) 132/Tadulako, Kolonel Inf Agus Sasmita.
Pewarta :
Editor: Amirullah
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar