Unicef bantu Sulteng 400 tenda untuk sekolah

id unicef,bantuan tenda,pascagempa,sulteng,tenda untuk sekolah

Sejumlah pelajar mengikuti kegiatan belajar di tenda darurat halaman SMP Negeri 1 Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (10/10). ANTARA FOTO/Basri Marzuki/foc/18.

Palu (Antaranews Sulsel) - Unicef, organisasi PBB bidang kemanusiaan, membantu sebanyak 400 tenda khusus digunakan sebagai tempat belajar guna penanganan proses pemulihan pendidikan pascagempa di Palu, Sigi dan Donggala serta Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng).

"Saat ini tim akan memasang tenda sekolah yang dikirimkan Unicef dalam membantu proses belajar mengajar. Bantuan sementara 200 tenda dulu sisanya menyusul," kata Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah, Irwan Lahace di Palu, Selasa.

Menurut dia, bantuan tersebut sangat berarti bagi keberlangsungan pendidikan serta pemulihan dunia pendidikan pascagempa dua pekan lalu. Meski sekolah sudah mulai aktif namun tidak banyak siswa yang masuk, dan sementara waktu sekolah dibatasi sampai pukul 12.00 WIB.

Kendati banyak guru yang mulai aktif mengajar di sekolah, tetapi proses belajar mengajar tidak berlangsung di dalam kelas melainkan di luar halaman sekolah menggunakan tenda seadanya.

"Di tenda anak-anak itu sekolah, beberapa guru sekolah mulai mengajar siswa tetapi tidak banyak. Kami tidak menyarankan proses belajar mengajar di dalam kelas, karena masih sering terjadi getaran," kata dia.

Mengenai bantuan tenda sekolah tersebut, kata dia, akan dipasang sementara dulu di beberapa titik terdampak gempa seperti di Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Donggala.

Bantuan tenda ini, kata dia, akan sangat membantu sementara dalam proses pemulihan pendidikan di sebagian wilayah Sulteng yang terkena dampak.

"Kami sudah menyampaikan bagi guru-guru yang keluar dari Sulteng bisa segera kembali untuk menjalankan kegiatan, mengingat kondisi Palu dan sekitarnya sudah mulai pulih. Selain itu surat edaran gubernur bagi ASN telah dikeluarkan," papar dia.

Berdasarkan data jumlah sekolah yang terdampak yakni TK, SD, SLB, SMP, SMA, dan SMK sebanyak 1.141 unit, mengalami kerusakan berat 1.150, rusak sedang 1.993 dan rusak ringan 2.594 unit.

Jumlah siswa di Kota Palu tercatat 69.868 ribu, jumlah 328 unit sekolah dan guru 4.801 orang, Kabupaten Sigi, 14.017 ribu dengan jumlah sekolah 228 unit dan jumlah guru 1.008 orang.

Selanjutnya, Kabupaten Donggala sebanyak 64.877 ribu siswa dengan sekolah 494 unit dan jumlah guru 4.279 orang. Di wilayah terdampak lainnya Kabupaten Parigi Moutong dengan jumlah siswa 19.622 ribu siswa, sekolah 91 unit dan jumlah guru 1.352 orang.

Total keseluruhan siswa mencapai 168.384 ribu orang dan guru 11.439 ribu orang. Jumlah guru terdampak yang mengungsi 3.455 orang, rawat inap 211 orang, luka berat tiga orang, hilang 18 orang dan meninggal dunia 23 orang, serta rumah rusak 131 unit.

Jumlah siswa terdampak mengungsi 46.370 ribu orang, orang tua meninggal 835 orang, rawat inbap 103 orang anak, luka berat enam orang, hilang 115 orang dan meninggal dunia 64 orang anak serta rumah rusak 740 unit.
Pewarta :
Editor: Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar