Kemenag Sulbar ajak masyarakat pertahankan sikap "malaqbi"

id Maleqbi, Tatag, Kodam XIV, Hasanuddin, Mamuju, Sulbar

Kemenag Sulbar ajak masyarakat pertahankan sikap "malaqbi"

Logo Kementerian Agama (Ist)

"Pelihara dengan baik keanekaragaman suku, ras, agama dan bahasa sebagai kekayaan negara," ujar Endi Suhendi.
Mamuju (AntaranewsASulbar) - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat H Muhdin mengajak masyarakat di daerah itu untuk terus mempertahankan sikap "Malaqbi" atau mulia dan bermartabat, dalam memperkokoh persatuan dan menjaga keutuhan negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Sikap `Malaqbi` yg dimiliki oleh orang Sulbar itu harus dipertahankan," kata Muhdin, pada Dialog Kebangsaan yang digelar Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia (DPP IARMI) di Kantor Gubernur Sulbar, Selasa.

 Selain Kepala Kanwil Kemenag, dialog kebangsaan yang dibuka langsung Ketua DPP-IARMI Dr Jamil Barambangy itu juga menghadirkan sejumlah pembicara, diantaranya Wakapolda Sulbar Kombes Polisi Endi Suhendi dan Kasrem 142 Tatag Letkol Arh Muh Imran. 

"Sikap `Malagbi` itu terbukti di masyarakat kita, ketika provinsi tetangga, yakni Sulawesi Tengah dilanda bencana. Aksi tanggap darurat orang Sulbar di sepanjang jalan mulai dari Suremana sampai Paku menyiapkan posko persinggahan sehingga dapat mengurangi beban bagi korban bencana yang melakukan perjalanan," tambah Muhdin. 

Ia menambahkan, salah satu langkah strategis yang dilakukan Kemenag Sulbar dalam mencegah terjadinya konflik dan tetap menjaga persatuan, adalah mengandeng semua pihak di desa, yakni tokoh agama, tokoh adat, Babinsa, kepala desa dan Babimkantibmas bersama penyuluh agama untuk melakukan upaya pencegahan terhadap potensi konflik.

"Upaya ini telah kami lakukan dan hasilnya cukup optimal mencegah konflik agama di tengah masyarakat Sulbar menuju masyarakat `malaqbi` atau mulia dan bermartabat," terang Muhdin.

Sementara, Wakapolda Sulbar Komisaris Besar Polisi Endi Suhendi mengatakan, agar stabilitas keamanan negara tetap terjaga maka seluruh komponen masyarakat harus dapat menjaga situasi kondusif yang dimulai dari lingkungan keluarga, masyarakat dan negara.

"Pelihara dengan baik keanekaragaman suku, ras, agama dan bahasa sebagai kekayaan negara," ujar Endi Suhendi.

 Sedangkan Kasrem 142 Tatag Letkol Arh Muh Imran menyampaikan bahwa terbangunnya semangat, kesadaran dan komitmen bela negara masyarakat sebagai kontribusi dan partisipasi bagi keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

 "Bela negara itu merupakan hal yang sangat penting bagi generasi muda saat ini, dimana dengan bela negara tersebut dapat dipahami secara nyata seperti apa dan bagaimana meningkatkan kecintaannya terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," terang Muh Imran.
Pewarta :
Editor: Suriani Mappong
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar