Anak TK Pertiwi doakan korban Lion Air

id TK pertiwi makassar,TK pertiwi,doakan korban lion air,maskapai lion air,pesawat jatuh,anak anak,anak TK,doakan korban,mewarnai pesawat

Sejumlah anak TK memanjatkan doa dipandu gurunya usai mewarnai gambar pesawat Lion Air JT 610 di TK Pertiwi di Jalan Bontolangkasa, Makassar, Kamis (1/11). (ANTARA FOTO/Darwin Fatir/18)

Makassar (Antaranews Sulsel) - Ratusan anak Taman Kanak-kanak (TK) Pertiwi diajak melaksanakan doa bersama sebagai bentuk belasungkawa terhadap korban penumpang pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 610 yang jatuh di perairan Tanjung Karawang Provinsi Jawa Barat.

"Kegiatan doa bersama ini sebagai wujud kepedulian kami terhadap para penumpang korban lion air, semoga dapat diterima di sisi Allah SWT dan kepada keluarga ditinggalkan sabar dan tabah menghadapi cobaan itu," sebut Kepala Sekolah Paud dan TK Kartini, ST Khadijah Ahmad di Jalan Bontolangkasa Makassar, Kamis.

 Selain menggelar doa bersama, anak-anak juga melakukan aksi mewarnai lembaran gambar pesawat Lion Air JT 610 sebagai bagian dari edukasi dan kepedulian mereka terhadap korban.

"Kurang lebih 150 anak ikut mewarnai pesawat Lion Air. Mereka sangat antusias menggambar meskipun banyak di antara mereka mewarnai tidak sesuai warna tetapi mereka sangat senang," papar dia.

Pada kegiatan mewarnai itu juga tampak menarik perhatian dengan keikutsertaan dua anak warga negara asing (WNA) yakni Ilaja dan Isayya, keduanya adalah anak pasangan Jennifer dan Cori. Kedua orang tua yang mendampingi anak WNA yang juga siswa di TK terlihat senang.

Salah seorang anak TK, Alana mengatakan sangat senang ikut mewarnai sambil mendoakan para korban penumpang pesawat Lion Air dan berharap dari gambar yang diwarnai itu untuk mereka.
 
"Saya sangat senang dan teman-teman di sini juga senang. Ini gambarnya pesawat disuruh warnai guru," ujarnya polos sambil memperliatkan karyanya.

Sebelumnya, Pesawat Lion Air type B737-8 Max dengan nomor penerbangan JT 610 yang terbang dari Bandar Udara Soekarno Hatta Banten menuju Bandar Udara Depati Amir di Pangkal Pinang dilaporkan hilang kontak pada 29 Oktober 2018 sekitar pukul 06.33 WIB.

Pesawat dengan nomor registrasi PK-LQP dilaporkan terakhir tertangkap radar pada koordinat 05 46.15 S - 107 07.16 E. Pesawat ini berangkat pada pukul 06.10 WIB dan sesuai jadwal akan tiba di Pangkal Pinang pada Pukul 07.10 WIB.

 Kru pesawat sempat meminta return to base (kembali ke bandara) sebelum akhirnya hilang dari radar. Pesawat ini membawa 178 penumpang dewasa, 1 penumpang anak-anak dan dua bayi dengan dua Pilot serta lima pramugari. 

 Berdasarkan perkembangan terbaru tim penyelam gabungan berhasil mengangkat kotak hitam dari pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di perairan Utara Karawang Jawa Barat.

Selain itu, sebagian badan pesawat naas ini telah ditemukan penyelaman pada jarak 40 kilometer dari lokasi berangkat tim penyelam di Marunda dalam radius 15 mil laut.

 
Pewarta :
Editor: Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar