Indonesia terus cari celah promosi dagang

id promosi dagang,pameran dagang internasional,Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Kementerian Perdagangan,Arlinda ,The1st China Internationa

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan Arlinda di Shanghai, China, (7/11/2018). (ANTARA/Ahmad Wijaya)

Shanghai, China (Antaranews Sulsel) - Indonesia akan terus mencari celah sekecil apapun mempromosikan berbagai produk ekspor dengan ikut pameran dagang internasional yang tersebar di sejumlah negara.

"Kita tidak akan berhenti promosi di satu negara tapi akan terus mencari peluang agar produk Indonesia kian dikenal yang pada akhirnya menambah devisa nonmigas," kata Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan Arlinda kepada pers di Shanghai, Rabu.

Hal tersebut disampaikan saat dirinya meninjau Paviliun Indonesia pada penyelenggaraan "The1st China International Import Expo" (CIIE) di Shanghai, China, pada 5—10 November 2018.

Kementerian Perdagangan saat mengajak atau menyelenggarakan pameran dagang berupaya untuk mencari negara yang potensial namun selama ini belum tergarap optimal.

Dia mencontohkan, Indonesia belum lama ini ikut pameran dagang di Selandia Baru dan Bangladesh, yang ternyata pengusaha di kedua negara itu positif melakukan transaksi dagang.

Di Selandia Baru misalnya, sekalipun negara maju tapi selama ini belum terlalu tersentuh untuk promosi ke situ, dan beberapa waktu lalu saat ikut pameran bisa meraih transaksi 9 juta dolar AS.

Demikian juga di Bangladesh, sejumlah produk Indonesia yang dipromosikan mebdapat kontrak dagang 279,19 juta dolar AS untuk jenis bus, gerbong kereta, dan rempah-rempah.

"Kemendag berupaya dalam setiap ikut promosi dagang dibluar negeri harus mendapat transaksi dagang," kata Arlinda.

Selama tujuh bulan pertama 2018 total jumlah transaksi dagang yang diperoleh pengusaha dalam seluruh pameran di berbagai negara minimal mencapai 10 miliar dolar AS.

Terkait keikutsertaan dalam CIIE 2018 yang baru peryama kali diadakan, Arlinda menilai merupakan kesempatan bagi Indonesia untuk meningkatkan ekspor ke negara itu.

Pemerintah China telah menyatakan bahwa akan membuka diri terhadap produk impor dan investasi dalam upaya memenuhi kebutuhan masyarakatnya.

"Pameran ini merupakan kesempatan sangat bagus bagi kita untuk mempromosikan potensi dagang, investasi dan pariwisata," katanya.

Hingga hari ketiga pameran CIIE tersebut, pengusaha Indonesia setidaknya sudah mencatatkan transaksi 1,82 miliar dolar AS untuk produk antara lain sarang burung walet, oleo chemical, dan produk makanan serta minuman.

Editor: Subagyo
Pewarta :
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar