Kontribusi pendapatan pajak kendaraan Sulsel Rp1,7 triliun

id samsat lorong, pendapatan pajak kendaraan, Makassar, Sulsel

Gubenur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah (dua kiri) bersama Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto (dua kanan) Direktur Lalulintas Polda Sulsel Kombes Pol Agus Wijayanto (kanan) dan Kepala Bapeda Sulsel Tauto Tanranggina (kiri) saat peluncuran layanan kendaraan Samsat Lorong di Makassar, Kamis (8/11). Layanan inovasi tersebut selain memudahkan penjemputan pembayaran pajak kendaraan wajib pajak tanpa harus ke kantor Samsat juga bertujuan meningkatkan pendapatan pajak daerah setempat. (ANTARA FOTO/Darwin Fatir/18)

Makassar (Antaranews Sulsel) - Kontribusi Pendapatan Pajak Kendaraan di kantor Pendapatan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan hingga awal November 2-18 telah mencapai Rp1 triliun lebih. 

"Untuk Samsat Makassar memberikan kontribusi Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) Rp 735 miliar lebih atau 43 persen, dari total pencapaian PKB dan BBNKB hingga 7 November ini mencapai Rp 1,7 triliun," sebut Kepala Bapenda Sulsel Tauto Tanranggina di Makassar, Kamis. 

 Touto menyampaikan dalam peluncuran inovasi Samsat Lorong di kantornya, hal ini merupakan salah satu bentuk program baru dalam melayani pembayaran pajak kendaraan tahunan. 

 Sedangkan penggantian pelat atau pajak lima tahunan wajib datang ke samsat asal kendaraan untuk mengikuti proses registrasi dan cek fisik (identifikasi) kendaraan.

Untuk tahap awal Samsat lorong masih terbatas pada 10 unit motor yang berada di bawah kendali Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pendapatan Wilayah Makassar 1 Selatan (Samsat Mappanyukki) dan UPT Pendapatan Wilayah Makassar 2 Utara di Sudiang.

"Samsat Lorong hanya melayani pembayaran pajak kendaraan tahunan. Sedangkan untuk penggantian pelat lima tahunan, wajib pajak harus datang langsung ke kantor Samsat asal kendaraannya," ujar dia.  

 Sementara bantuan 10 unit armada motor Samsat Lorong, kata dia, merupakan bantuan dari Pemkot Makassar. Sumbangan ini sejalan dengan dana bagi hasil (DBH) yang diterima Makassar yang cukup besar dibanding kabupaten kota lain di Sulsel. 

Operasional samsat lorong dibawah kendali Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pendapatan Wilayah Makassar 1 Selatan (Samsat Mappanyukki) dan UPT Pendapatan Wilayah Makassar 2 Utara di Sudiang.

 Pada tahun 2017 DBH dari Bapenda Sulsel yang dibagikan kepada 24 kabupaten kota sebesar Rp 1,5 triliun lebih. Khusus Kota Makassar mendapat bagian Rp336,8 miliar lebih. 

Sebelumnya, peluncuran Samsat Lorong dilaksanakan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah bersamaan dengan Samsat Sipakainge yang merupakan layanan pemberian informasi pajak kendaraan kepada masyarakat yang ditempel di kendaraan. 

Sedangkan inovasi lainnya yani Samsat Mobile Banking yang memudahkan masyarakat membayarkan pajak kendaran melalui aplikasi dan bisa diunduh di ponsel masing-masing 

Dalam Peluncuran tersebut dihadiri Direktur Lalulintas Polda Sulsel Komisaris Besar Polisi Agus Wijayanto, Kepala Cabang PT Jasa Raharja (Persero) Sulsel Jahja Joel Lami, Anggota DPRD Sulsel Rudi Pieter Goni, Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto, Wakil Wali Kota Makassar Syamsu Rizal, dan Direktur Utama Bank Sulselbar Muhammad Rahmat.
 
Pewarta :
Editor: Suriani Mappong
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar