Bawaslu Sulsel segera luncurkan desa sadar pemilu

id saiful jihad,komisioner bawaslu sulsel,desa sadar pemilu

Bawaslu Sulsel segera luncurkan desa sadar pemilu

Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Sulawesi Selatan , Saiful Jihad memberikan keterangan kepada wartawan di Makassar, Senin (12/11). (Antaranews Sulsel/Darwin Fatir/18)

Kami terus berupaya memberikan pemahaman agar warga sadar mengikuti pemilu. Rencananya pada 15 November nanti ada dua desa di Kabupaten Gowa, Sulsel diluncurkan desa sadar pemilu
Makassar (Antaranews Sulsel) - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Sulawesi Selatan terus mendorong masyarakat utamanya warga di desa-desa dengan meluncurkan Desa Sadar Pemilu agar ikut berpartisipasi menyalurkan hak pilihnya pada Pemilu Legislatif dan Presiden serentak 2019.

"Kami terus berupaya memberikan pemahaman agar warga sadar mengikuti pemilu. Rencananya pada 15 November nanti ada dua desa di Kabupaten Gowa, Sulsel diluncurkan desa sadar pemilu," papar Komisioner Bawaslu Sulsel, Saiful Jihad di Makassar, Senin.

Menurut dia, membangun demokrasi tidak hanya ditatanan atas tetapi lebih kepada tingkatan bawah salah satunya di wilayah pedesaan. Sebab, tidak semua warga desa paham akan pentingnya mengikuti dan mensukseskan pemilu melalui partisipasinya.

Dua desa peluncuran perdana desa sadar pemilu tersebut, sebut dia, yakni di Desa Manimbahoi, Kecamatan Parigi dan Desa Parigi, Kecamatan Tinggi Moncong, Kabupaten Gowa.

"Diharapkan dua desa ini akan menjadi pilot dari enam desa yang rencananya jadi Desa Sadar Pemilu demokrasi. Akan menyusul desa-desa lainnya di Kabupaten Jeneponto dan Takalar," beber kader Nahdlatul Ulama ini usai diskusi publik dengan tema Seberapa Bersih Data Pemilih Sulsel.

Selain itu, tujuan dari Desa Sadar Pemilu nantinya akan mendorong partisipasi pemilih serta mempermudah koordinasi dengan penyelenggara pemilu. Membangun demokrasi dari desa tentu salah satu cara yang dinilai akan menaikkan partisipasi pemilih pemilu 2019.

"Jangan hanya terus mengkritisi tapi bagaimana mendorong proses demokrasi kita berjalan lancar baik dan demokratis. Mari kita sama-sama bukan hanya penyelenggara, mahasiswa, media dan elemen lainnya bersatu mensukseskan pesta demokrasi," katanya menyarankan.

Tidak hanya itu, dengan hadirnya desa sadar pemilu, maka akan mudah mengindentifikasi pemilih yang belum melakukan perekaman elektronik KTP. Tentunya program ini sangat membantu penyelenggara dalam melaksanakan sosialisasi tentang kepemiluan.

"Salah satu manfaat dari hadirnya Desa Sadar Pemilu bisa menekan terjadinya pelanggaran pemilu salah satunya diberikan pemahaman tentang dampak buruk politik uang," tuturnya.

Namun, pada dasarnya dalam aturan yang dikenakan sanksi tim dan pelaksana kampanye bila melakukan pelanggaran seperti bagi-bagi uang.

Sementara masyarakat tidak bila menerima uang, tidak dikenakan sanksi, tapi dampak yang ditimbulkan tentu memilih orang yang salah, karena diawal sudah menghamburkan uang untuk kepentingan politik bukan kesejahteraan rakyatnya.

"Salah satunya itu, mendorong masyarakat menolak politik uang, dampaknya bukan sekarang tapi nanti bila orang yang salah dipilih dan duduk tapi belakangan berbuat curang, seperti korupsi dan kejahatan lainnya," ucap pria disapa akrab Ipul ini menegaskan.
Pewarta :
Editor: Amirullah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar