Bulog jamin stok beras di Mamuju aman

id bulog mamuju,stok beras,yatsir

Buruh perempuan memindahkan beras dari truk ke gudang penyimpanan Bulog Divre Wilayah Sulselbar di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (5/4/2018). ANTARA FOTO/Darwin Fatir

Mamuju (Antaranews Sulsel) - Perum Bulog Sub Divre Mamuju, Sulawesi Barat, menjamin stok beras di daerah itu aman hingga akhir tahun 2018.

Kepala Perum Bulog Sub Divre Mamuju Yatsir, Selasa mengatakan, stok beras yang ada di gudang Bulog, baik di Simboro maupun di Kalukku mencapai 10 ton.

"Stok beras saat ini tetap aman dan kami jamin hingga akhir tahun mencukupi. Stok yang ada saat ini di dua gudang kami, yakni di Somboro dan Kalukku hampir 1.000 ton," kata Yatsir.

Ia menyatakan, walaupun ada kenaikan harga beras namun tidak terlalu signifikan.

Bulog lanjut Yatsir, telah melakukan langkah antisipasi jika terjadi lonjakan harga beras.

"Dari pantauan kami, memang ada kenaikan tetapi tidak terlalu signifikan. Hal itu biasa terjadi jika habis panen sebab biasanya para petani sebagai produsen dan ketika panen menjadi konsumen," ujarnya.

"Jadi, kalaupun ada kenaikan harga di pasaran maka kami sudah siap melakukan langkah antisipasi melalui pasar murah dan kalau kenaikannya cukup signifikan kami siap melakukan operasi pasar," terang Yatsir.

Perum Bulog Sub Divre Mamuju, kata dia, mensuplai kebutuhan pangan, khususnya beras untuk tiga kabupaten di daerah itu, yakni Kabupaten Pasangkayu, Mamuju Tengah dan Kabupaten Mamuju.

"Tentu, kami sepanjang tahun hasil produksi petani yang ada di daerah ini. Pada prinsipnya, kami memastikan bahwa stok yang ada di gudang saat ini aman hingga akhir tahun," paparnya.

Selain beras, Perum Bulog Sub Divre Mamuju juga menjamin ketersediaan gula, terigu dan minyak goreng di daerah itu.

"Terkait stok pangan, termasuk gula, terigu dan minyak goreng tetap aman hingga akhir tahun. Dan kalaupun terjadi kekurangan maka kami siap mensuplai dari daerah lain, salah satunya dari Parepare Sulawesi Selatan," jelas Yatsir.
Pewarta :
Uploader: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar