Prof Ofyar bicara potensi-tantangan jalan layang Makassar

id prof ofyar z tamin,guru besar itb,jalan layang makassar

Prof Ofyar bicara potensi-tantangan jalan layang Makassar

Dokumentasi - Jalan tol layang Pettarani akan dibangun sepanjang 4,3 kilometer dengan nilai investasi sekitar Rp2,2 triliun. (dok Antaranews Sulsel/Akbar Tado)

Makassar (Antaranews Sulsel) - Guru Besar Institut Teknologi Bandung (ITB) Prof Ofyar Z Tamin hadir dan membahas berbagai potensi dan tantangan yang dihadapi dalam pembangunan jembatan layang di Makassar, Sulawesi Selatan.

Prof Ofyar Z Tamin di Makassar, Rabu, mengatakan jika ada fakta cukup mengejutkan bahwa dengan membangun jalan baru justru hanya akan menambah kemacetan.

"Sebab jalan baru akan membuat orang lebih tertarik menggunakannya dan memicu pengguna kendaraan pribadi semakin banyak," katanya pada Seminar Nasional bertema 'Meraih Harapan Membangun Transportasi Tol Layang Berkelanjutan di Kota Makassar' hari ini.

"Belum lagi Indonesia termasuk dalam konsumen transportasi yang cukup besar dibanding dengan negara luar," lanjut Rektor Institut Teknologi Sumatera (Itera) tersebut.

Dengan kondisi seperti itu, kata dia, maka pembangunan sarana dan prasarana transportasi tol layang, perlu dipikirkan bukan hanya dari dampak baik tetapi juga estimasi untuk menjadi jalan keluar efesien bagi masalah transportasi di Indonesia.

"Terkhusus untuk wilayah Kota Makassar yang saat ini sedang berbenah (pembangunan sarana transportasi)," jelasnya.

Ketua panitia seminar Dr Natsir Abduh mengatakan kemacetan merupakan salah satu tantangan yang harus diselesaikan oleh pemerintah Kota Makassar.

"Termasuk pembangunan 'fly over' yang diperioritaskan untuk mengurangi dampak kemacetan. Itulah pentingnya kita memahami bagaimana manfaat transportasi tol layang," ujarnya.

Kegiatan yang digelar Program Studi Teknik Sipil Universitas Bosowa (Unibos) ini menghadirkan beberapa pemateri. Selain Prof Ofyar Z Tamin, juga hadir Tenaga Ahli Bidang Jembatan, Ir Lanny Hidayat, MSi, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional XIII Makassar, Miftachul Munir, MT.

Kegiatan ini semakin meriah dengan hadirnya 500 peserta dari berbagai instansi termasuk Universitas Negeri Makassar (UNM) Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh) hingga Universitas Fajar (Unifa) Makassar.

Kegiatan ini kemudian dilanjutkan dengan Penandatanganan?Memorandum of Understanding(MoU) antara Universitas Bosowa oleh Rektor Unibos Prof Saleh Pallu, M Eng dan Institut Teknologi Sumatera (Itera) Prof Ofyar Z Tamin untuk mengembangkan tri dharma perguruan tinggi. 
Pewarta :
Editor: Amirullah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar