16 kampus ikuti kompetisi jembatan-bangunan di Makassar

id kompetisi bangun jembatan, di makassar,16 kampus

Perwakilan peserta kompetisi Jembatan-bangunan berfoto bersama usai pembukaan di GOR Unhas, Jumat (30/11) (Istimewa)

Di kompetisi ini, mahasiswa diharapkan bukan hanya sekedar mencari predikat juara, tetapi juga dapat menimba ilmu serta pengalaman yang baru, yang nantinya akan menjadi modal pengembangan diri sehingga dapat menjadi manusia yang bermanfaat kepada lin
Makassar (Antaranews Sulsel) - Sebanyak 32 tim dari 16 perguruan tinggi di Indonesia mengikuti kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) XIV dan Kompetisi Bangunan Gedung Indonesia (KBGI) X di GOR Unhas Makassar, Sulawesi Selatan,30 November hingga 12 Desember 2018.

Direktur Kemahasiswaan Ditjen Belmawa Kemenristekdikti, Dr Didin Wahidin MPd di Makassar, Jumat, mengatakan kompetisi jembatan dan bangunan gedung merupakan bentuk perhatian pemerintah melalui Ditjen Belmawa Kemenristekditi terhadap perkembangan keilmuan teknik sipil.

"Di kompetisi ini, mahasiswa diharapkan bukan hanya sekedar mencari predikat juara, tetapi juga dapat menimba ilmu serta pengalaman yang baru, yang nantinya akan menjadi modal pengembangan diri sehingga dapat menjadi manusia yang bermanfaat kepada lingkungan," katanya.

Untuk tahun ini, finalis yang berhasil lolos seleksi untuk KJI dan KBGI sebanyak 32 tim yakni dari Politeknik Negeri Ujung Pandang, Politeknik Negeri Malang, Politeknik Negeri Jakarta, Politeknik Negeri Semarang, Politeknik Negeri Bandung, Institut Teknologi Sepuluh November, Institut Teknologi Bandung.

Universitas Bangka Belitung, Universitas Brawijaya, Universitas Pancasila, Universitas Sebelas Maret, Universitas Jember, Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Negeri Malang, Universitas Negeri Yogyakarta, dan Universitas Negeri Surabaya.

Sebelumnya sebanyak 163 proposal yang masuk untuk ikut berkompetisi, dengan rincian 32 proposal KJI baja, 50 proposal KJI canai, 37 proposal KJI busur, dan 44 proposal KBGI.

Selanjutnya, tersisa 7 finalis kategori jembatan Baja, 7 finalis kategori jembatan canai, 8 finalis kategori jembatan busur, dan 10 finalis KBGI.

PNUP sendiri menempatkan dua tim yang bertanding dalam dua kategori yaitu tim limbung jambatang sura untuk KJI kategori jembatan canai dan tim paraga rumah boyang untuk KBGI.

KJI XIV dan KBGI X merupakan kompetisi yang dilaksanakan secara paralel yang melombakan desain atau rancangan jembatan dan bangunan gedung.

Untuk pelaksanaan KJI XIV 2018 yang bertema "Jembatan Nusantara Inovatif, Efisien, Estetis, dan Ramah Lingkungan" terdiri dari tahap perancangan dan konstruksi di arena lomba untuk membangun model jembatan berskala sdan diakhir dengan pengujian pembebanan.

Kategori jembatan yang dikompetisikan terbagi tiga yaitu jembatan rangka baja jalan raya, jembatan pejalan kaki canai dingin, dan jembatan busur.

Komponen penilaian untuk KJI meliputi struktur jembatan terindah, metode pelaksanaan terealistis, struktur jembatan teringan, dan pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) terlengkap.

Sementara itu, KBGI X yang bertema "Bangunan Rumah Tinggal Bertingkat Berstruktur Baja Canai Dingin, Berarsitektur Nusantara, Tahan Gempa, Dan Ramah Lingkungan" lebih menitikberatkan pada konsep bangunan bernuansa budaya nusantara yang mempunyai kinerja yang baik terhadap bahaya bencana khususnya gempa bumi serta ramah lingkungan.

Desain dan konstruksi yang benar dan efisien serta perpaduan dengan keindahan arsitektural bercirikan budaya lokal merupakan tantangan dalam kompetisi kali ini termasuk perpaduan material antara baja canai dingin untuk struktur utama dengan material kayu untuk keindahan arsitektural.

Komponen penilaian untuk KBGI meliputi struktur bangunan gedung teringan, kekokohan bangunan terbaik, pelaksanaan K3, unjuk kerja terbaik, dan waktu pelaksanaan atau pengkonstruksian tercepat.

Direktur PNUP Muhammad Anshar, MSi, PhD mengungkapkan kebanggan dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada PNUP sebagai tuan rumah KJI XIV dan KBGI X apalagi baru pertama kali digelar di kawasan Indonesia Timur.

PNUP menjadi satu-satunya perguruan tinggi dari kawasan ini yang ikut berkompetisi hingga final.

Dirinya berharap agar semua mahasiswa yang berlomba dan ikut terlibat dalam kompetisi nasional ini dapat mengambil sisi positifnya untuk giat membangun kreativitas, menumbuhkan budaya kompetisi yang sehat, dan mampu menerapkan ilmu dan pengetahuan terhadap aplikasi dan pengembangan rancang bangunan dan jembatan di bidang teknik sipil.
Pewarta :
Editor: Amirullah
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar