Deklarasi rekan Jokowi Sulsel dikemas workshop ekonomi

id rekan jokowi

Peneliti senior LSI Adji Alfaraby (kanan), mantan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo (dua kanan), Owner Starup Lamacca Munawwir (dua kiri), dan Kordinator Nasional (Kornas) Gerakan Indonesia Kuat, Vita Bilqis (kiri) saat memberikan materi pembangunan ekonomi pada Deklarasi Rekan Jokowi dan Workshop di cafe CCR Toddopuli, Makassar, Sabtu (1/12). (Foto Antara/Darwin Fatir/18)

Makassar (Antaranews Sulsel) - Deklarasi Relawan Kerja Nasional (Rekan) Calon Presiden Joko Widodo wilayah Sulawesi Selatan dikemas dalam bentuk workshop mengangkat tema "Bangun Kemandirian Millenial di Era Digital" di salah satu kafe di Makassar, Sabtu.

Sejumlah pemateri dihadirkan seperti mantan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, Owner Startup Lamacca Munawwir, peneliti senior LSI Adji Alfaraby, dan Kordinator Nasional (Kornas) Gerakan Indonesia Kuat Vita Bilqis, dihadiri puluhan Rekan Jokowi Sulsel.

"Deklarasi ini bagian dari program pak Jokowi dalam membina generasi muda millenial di era digital saat ini. Pembekalan dalam bentuk workshop merupakan salah satu cara memberikan pelajaran bagi anak-anak muda di era kekinian," tutur Kornas Rekan Jokowi Indra Thalib.

Menurut dia, dalam membangun ekonomi khususnya di Kawasan Indonesia Timur tentu diperlukan inovasi dengan berusaha mengoptimal kegiatan ekonomi bisnis baru demi tercapainya pembangunan di Sulsel.

Selain itu, deklarasi Rekan Jokowi tersebut tidak hanya di Makassar, Sulsel juga dilaksanakan serentak di 10 provinsi di Indonesia sebagai bagian dari keseriusan relawan membangun perekonomian bangsa.

Sementara peneliti senior LSI Adji Alfaraby pada kesempatan itu menyebutkan hasil survei LSI 24 persen masyarakat melihat perekonomian tidak lebih baik dari pemerintahan lalu, selebihnya kondisi ekonomi jauh lebih baik dari sebelumnya.

"Ada 20 persen orang-orang pesimistis tentang perekonomian, namun sisanya masih sangat optimistis perekonomian Indonesia akan bangkit. Ada potensi besar bermunculan pengusaha-pengusaha baru millenial di masa depan memanfaatkan digitalisasi jaman," katanya.

Sedangkan mantan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo menyatakan perkembangan teknologi terus berkembang sehingga diperlukan pelampung agar tidak tertinggal oleh perubahan jaman.

Meski perkembangan teknologi terus berkembang, namun secara tidak langsung kearifan lokal dan budaya tentu terdampak dan semakin terkikis. Untuk itu generasi muda harus tetap kembali berusaha dan tidak melupakan nilai budaya.

"Kita tidak boleh mundur, kita harus bisa bersaing dan pemerintahan harus ikut andil membantu karena kita memiliki kekuatan itu, tidak boleh ada coba-coba tapi harus bangkit, karena perekonomian kita stagnan beberapa tahun lalu, sekarang waktunya kita dorong untuk menyempurnakan kekurangannya," tegas Syahrul. 

Kornas Gerakan Indonesia Kuat Vita Bilqis menyampaikan kekuatan perekonomian digital yang mulai dilakoni anak muda merupakan potensi besar maka sudah saatnya anak muda dikenal karena gagasan dan karyanya.

"Gerakan ini tentang kemandirian usaha, kreativitas, pemberdayaan serta kewirausahaan digital, sangat bisa ditularkan melalui semangat berkarya dan berkontribusi nyata untuk kemajuan bangsa dan negara," tambahnya.

Di akhir acara Deklarasi Rekan Jokowi, dibagikan sertifikat dan secara simbolis diberikan oleh Sahrul Yasin Limpo kepada perwakilan peserta workshop.
Pewarta :
Editor: Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar