Paus Fransiskus audiense dengan Susi doakan Indonesia maju

id paus-susi

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti (kanan) bersalaman dengan Paus Fransiskus (kiri)di Vatikan, Rabu (12/12). (Foto HO/Zeynita Gibbons)

London (Antaranews) - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menghadiri audiensi dengan Paus Fransiskus di Aula Paolo Sesto Vatikan, Rabu (12/12), pukul 09.00-11.00 waktu setempat.

"Bersama ribuan umat Katolik dan wisatawan non-Katolik," demikian Pensosbud KBRI Vatikan Wanry Wabang kepada Antara London, Kamis (13/12).

Pada kesempatan itu, Paus Fransiskus kepada Menteri Susi menyatakan akan terus memberikan doa dan dukungan bagi kemajuan Indonesia.

Menteri KKP Susi Pudjiastuti hadir dalam audiensi itu dalam rangka memenuhi undangan Nuncio (Kepala Perwakilan) Tahta Suci Vatikan di Jakarta, Monsinyur Piero Pioppo yang disampaikan pada acara Our Ocean Conference di Bali, 29-30 Oktober lalu.

Dalam kesempatan itu, Menteri KKP berkesempatan bersalaman dengan Paus Fransiskus dan menyampaikan ucapan terima kasih atas surat Paus yang dikirimkan pada acara Our Ocean Conference 2018, serta mengundang Paus ke Indonesia.

Paus Fransiskus menyatakan akan terus membantu dengan doa dan dukungan bagi rakyat dan bangsa Indonesia.

Setelah bertemu dengan Paus Fransiskus, Menteri KKP melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Vatikan Monsinyur Paul Richard Gallagher di Istana Apostolik Vatikan, pukul 12.30-13.00 waktu setempat.

Pokok pembahasan penting dari pertemuan tersebut, antara lain adanya saling pengertian Vatikan dan Indonesia terkait dengan upaya penanggulangan penangkapan ikan secara ilegal dan "slavery" di bidang perikanan.

Adanya saling pengertian terkait isu-isu illegal, unreported and unregulated (IUU) di sektor perikanan yang dapat dikategorikan sebagai kejahatan transnasional, sedangkan Vatikan setuju untuk membantu upaya Indonesia mengangkat isu hak-hak kelautan di forum PBB.

Pada kunjungan ke Vatikan, Menteri KKP juga berkesempatan mengunjungi Biara Santa Ursula di Roma dan melakukan interaksi informal dengan sejumlah biarawati dan biarawan. 
Pewarta :
Editor: Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar