BBM di Kota Mamuju alami kelangkaan

id BBM langka, Mamuju, Sulbar

NELAYAN KESULITAN BBM Nelayan mendorong perahunya karena kesulitan mendapatkan solar dalam sepekan. Foto dok. /Yusran uccal@

Mamuju (Antaranews Sulbar) - Sejumlah Stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Mamuju mengalami kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) karena tampak tutup tidak melayani pembeli selama hampir tiga terakhir.

Pemantauan di Mamuju, Jumat, SPBU Mamuju mengalami kelangkaan BBM sejak tiga hari terakhir membuat sejumlah masyarakat kesulitan melakukan pengisian bahan bakar kendaraannya.

Masyarakat merasa kecewa karena justru BBM banyak terdapat pada sejumlah pedagang pengecer berjumlah puluhan yang berada di Mamuju.

"BBM selalu langka di SPBU, dan SPBU selalu tutup ini sudah sering terjadi tanpa ada antisipasi pemerintah, kalaupun buka pada malam hari pasti BBM cepat habis dan juga masyarakat harus melakukan antrian panjang hingga berjam-jam untuk mendapatkan BBM," kata Erwin salah seorang warga.

Ia mengatakan, masyarakat di Mamuju mengeluh karena bensin yang terdapat dipedagang pengecer harganya tinggi sekitar Rp10.000 per liter.

"Bensin eceran setiap botol yang ditakar pengecer sama dengan satu liter haganya mencapai Rp10.000 per liter dan sangat membebani ekonomi masyarakat," katanya.

Menurut dia, masyarakat menduga penimbunan BBM di Mamuju terjadi karena terdapat pengecer BBM yang menjual BBM dengan harga tinggi sementara persediaan BBM di SPBU habis.

"Ini aneh sekali, karena stok BBM di SPBU kosong sementara di pengecer masih ada namun dijual mahal, dan lancar makanya kami curiga telah terjadi penimbunan BBM, dan pemerintah tutup mata padahal sangat kelihatan di lapangan," kata Anca warga lainnya.

Ia berharap aparat berwajib menyelediki kelangkaan BBM di Mamuju jangan sampai telah terjadi praktek penimbunan BBM yang akan sangat merugikan masyarakat dan tidak tinggal diam.

"Seharusnya pemerintah tidak membuat masyarakat kesulitan BBM yang dapat menganggu aktivitas, janji politik pada musim politik ini sudah terlalu banyak padahal kelangkaan BBM di depan mata justru tidak bisa diselesaikan," katanya.
Pewarta :
Editor: Suriani Mappong
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar