Gubernur: stok beras Sulsel aman hingga 37 bulan

id gub sulsel,stok beras

Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah memberikan keterangan pers usai acara peluncuran KPSH Bulog Sulselbar di Makassar, Kamis. (Foto ANTARA/AbdulKadir/18)

Makassar (Antaranews Sulsel)- Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) HM Nurdin Abdullah mengatakan stok beras yang berada di Bulog aman hingga 37 bulan atau kurang lebih sampai tiga tahun ke depan.

Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah di Makassar, Sulsel, Kamis, mengatakan berdasarkan laporan Kadivre Bulog ketersedian beras Sulsel aman bahkan tetap menjadi penyuplai ke 23 provinsi di Indonesia.

"Jadi saya sekali lagi menyampaikan bahwa tidak perlu khawatir, stok beras untuk Sulawesi Selatan di Bulog. Kita mempunyai 37 bulan. Sekarang produksinya 108.000 ton," katanya pada acara pelepasan Ketersediaan Pasokan dan Stabilitas Harga (KPSH) Ketersediaan Beras Medium Tahun 2019 di Gudang Bulog SubDivre Makassar di Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar, Kamis.

Menurut gubernur, ada tren kebutuhan beras di Sulsel semakin meningkat, namun di negara maju justru berkurang, karena menghindari penyakit diabetes. "Kalau kita di Indonesia kebutuhan beras kita meningkat, negara maju justru dikurangi, bahkan malam mereka sudah kurangi dan diabetes juga semakin naik. Nah ini penyuluhan kita," ujarnya.

Sehingga, kata dia, gagasan untuk menghadirkan varietas baru beras yang jika dikonsumsi tidak menimbulkan penyakit diabetes sangat diperlukan saat ini. "Ini sekarang sudah hadir, cuma belum terpromosi. Jadi beras premium kita ini sebenarnya tidak memicu gula darah naik, bukan mengobati diabetes bukan, tidak memicu gula darah kita naik," jelasnya.

Nurdin mengatakan pada musim hujan sawah-sawah yang ada di Sulsel tidak terkena genang banjir, hanya dilewati. Ia bisa mengatakan hal itu karena berkeliling melihat langsung. "Sampai hari ini, `Alhamdulillah` kita masih dalam kondisi belum ada laporan, ada dampak banjir pda sawah kita. Tetapi kita berdoa mudah-mudahan ya semuanya aman-aman saja," harapnya.
Pewarta :
Editor: Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar