NTP Sulbar turun 2,34 persen

id ntp sulbar,nilai tukar petani,bps sulbar,suntono

Ilustrasi. Petani memanen padinya di areal persawahan yang terendam banjir di Kecamatan Manggala Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (14/12/2018). Sejumlah petani di daerah tersebut terpaksa memanen padinya lebih awal akibat terendam banjir. ANTARA FOTO/Arnas Padda/YU/pd.

Mamuju (Antaranews Sulsel) - Perkembangan Nilai Tukar Petani (NTP) pada Desember 2018 di Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) turun 2,34 persen.

"NTP Sulbar pada Desember 2018 sebesar 109,78 atau turun 2,34 persen dibandingkan NTP November 2018," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulbar, Suntono di Mamuju, Senin.

Ia mengatakan, NTP di Sulbar menurut subsektor tercatat untuk subsektor tanaman pangan (NTP-P) 102,56, subsektor hortikultura (NTP-H) 117,01, subsektor tanaman perkebunan rakyat (NTP-R) 113,79, subsektor peternakan (NTP-T) 105,25, dan subsektor perikanan (NTN) 108,45.

Hasil pemantauan harga konsumen perdesaan menunjukkan terjadinya inflasi perdesaan di Sulbar pada Desember 2018 sebesar 0,70 persen, yang secara umum dipicu oleh hampir seluruh indeks harga kelompok pengeluaran yang mengalami peningkatan hanya kelompok pengeluaran sandang yang mengalami penurunan.

Untuk skala nasional, NTP bulan Desember 2018 sebesar 103,16, naik atau naik sebesar 0,04 persen dibandingkan bulan November 2018, dan juga mengalami inflasi perdesaan sebesar 0,58 persen.

"Inflasi di daerah perdesaan terjadi di seluruh provinsi di Indonesia, tertinggi di Bali sebesar 1,25 persen dan Terendah di Sumatera Utara sebesar 0,06 persen," kata Suntono.

Sulbar di urutan ke-10 dari 33 provinsi yang mengalami Inflasi perdesaan.
Pewarta :
Uploader: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar