Serapan anggaran APBD Majene meningkat 31,89 persen

id apbd majene,fahmi massiara,bupati majene,sulawesi barat

Bupati Majene Fahmi Massiara (st)

Mamuju (Antaranews Sulsel) - Bupati Majene Provinsi Sulawesi Barat Fahmi Massiara mengatakan, serapan anggaran pada triwulan keempat APBD 2018 mengalami peningkatan 31,89 persen dibandingkan triwulan ketiga.

"Dari hasil evaluasi dan monitoring yang dilakukan oleh Bapeda atas dasar APBD Perubahan, menunjukan bahwa terjadi peningkatan serapan anggaran APBD 2018 dari 65, 46 persen di triwulan III menjadi 97,35 persen pada triwulan IV atau meningkat sebesar 31,89 persen," kata Fahmi Massiara, Senin.

Sementara lanjut Bupati, serapan dana alokasi khusus (DAK) juga mengalami peningkatan yang signifikan dari 49,34 persen pada triwulan III menjadi 98,72 persen pada triwulan IV atau meningkat menjadi 49,38 persen.

Sedangkan dana tugas pembantuan, urusan bersama dan dana lainya juga mengalami peningkatan yang signifikan sebesar 32 persen dari triwulan III. "Untuk secara keseluruhan, serapan anggaran, baik itu bersumber dari APBD dan APBN cukup memuaskan," ujar Fahmi Massiara.

Bupati meyampaikan apresiasinya kepada Bapeda Majene yang dinilai mampu menjaga konsistensi, rencana kerja pemerintah daerah dengan APBD serta menanamkan pondasi perubahan paradigma perencanaan program kegiatan berbasis kinerja.

"Juga kepada Badan Keuangan dan Aset Daerah serta seluruh perangkat daerah karena telah memulai langkah-langkah pengendalian perencanaan atau anggaran. Dimana, hal itu diawali dari kebesaran hati untuk tidak memaksakan pembiayaan program dan kegiatan diluar batas kemampuan pendapatan daerah," terangnya.

"Langkah-langkah terkait pencairan dan kegiatan berdasarkan ketersediaan sumber dana, ini kami anggap cukup efektif dalam mengendalikan potensi defisit di akhir tahun," papar Fahmi Massiara.

Ia juga mengintruksikan BKAD untuk memverifikasi dengan baik usulan anggaran kas dari OPD. "Perencanaan anggaran kas yang ideal adalah anggaran kas yang mempertimbangkan besaran ketersediaan dana pada bulan berkenaan, perencanaan anggaran kasa yang buruk aan meningkatkan potensi gap anggaran pada setiap tahun anggaran," jelasnya.

Bupati juga menginstruksikan Bapenda untuk berperan aktif dalam menggenjot realisasi pendapatan asli daerah, baik yang dalam kewenangannya maupun mengawal pencapaian pendapatan yang dikelola dari OPD lain.

Ia juga menekankan agar penyusunan target kegiatan, untuk memperhatikan porsi anggaran di masing-masing triwulan, sehingga tidak adalagi gap antara target dan realisasi yang tinggi. Selain itu lanjutnya, khusus untuk kegiatan yang bersumber dari dana APBN agar dilakukan tender lebih awal, sehingga tidak terjadi lagi penumpukan kegiatan di triwulan IV.

Bupati Majene juga memberikan penghargaan dalam bentuk piagam bagi OPD. Penghargaan Perencanaan Pengendalian dan Evaluasi Award 2018 tersebut diberikan kepada Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Majene, DLHK serta Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi.
Pewarta :
Editor: Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar