Polres Mamuju tangkap PNS rusak APK caleg

id polres mamuju,pengrusakan baliho,apk,pelaku pengrusakan

Kapolres Mamuju AKBP Mohammad Rivai Arvan (Istimewa)



Mamuju (Antaranews Sulsel) - Polres Mamuju Provinsi Sulawesi Barat berhasil mengungkap kasus pengrusakan alat peraga kampanye (APK) milik calon anggota legislatif dari Partai Nasdem.



Kapolres Mamuju Ajun Komisaris Besar Polisi Mohammad Rivai Arvan, Sabtu, membenarkan pengungkapan kasus pengrusakan baliho milik caleg Partai Nasdem tersebut.



"Kami berhasil menangkap pelaku pengrusakan baliho milik caleg tersebut," kata Rivai Arvan.



Pelaku yang ditangkap lanjut Kapolres, merupakan seorang pegawai negeri sipil (PNS) di lingkup Pemkab Mamuju.



Selain menangkap pelaku berinisial Ar (45) lanjutnya, polisi juga berhasil menyita barang bukti, berupa satu telepon genggam, sebuah sepeda motor dan satu buah parang ukuran 40 sentimeter.



Dalam aksinya, oknum PNS itu merusak baliho berukuran besar bergambar, diantaranya baliho dari salah seorang caleg serta beberapa baliho Partai Nasdem yang berada di sejumlah titik di wilayah Kota Mamuju



Dari hasil pemeriksaan, pengrusakan yang dilakukan oknum PNS itu karena sakit hati akibat dicopot dari jabatannya.



Tidak terima dengan pencopotan tersebut Ar kemudian melampiaskan kekecewaannya dengan melakukan pengrusakan APK yang berada di Kabupaten Mamuju, pada Kamis dinihari (10/1).



"Berdasarkan hasil pemeriksaan, pelaku melakukan pengrusakan sejumlah APK akibat sakit hati karena sebelumnya Ar menduduki sebuah jabatan di salah satu institusi pemerintahan, namun kemudian dimutasi menjadi staf biasa," ujar Rivai Arvan.



"Aksi pengrusakan tersebut sempat terekam kamera CCTV milik warga, sehingga dengan bukti petunjuk rekaman CCTV tersebut?kami berhasil mengidentifikasi dan mengamankan pelaku di rumahnya di Desa Bambu, Kelurahan Mamunyu, Kabupaten Mamuju, kemarin (Jumat)," tambah Kapolres.



"Oknum PNS itu dijerat dengan Pasal 406 juncto pasal 65 KUHPidana dan Undang-undang Darurat Republik Indonesia dengan ancaman hukuman di atas lima tahun," tegas Rivai Arvan.
Pewarta :
Editor: Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar