
Ustadz Maulana ikhlaskan istrinya berpulang

Makassar (Antaranews Sulsel) - Penceramah kondang ustadz Muhammad Nur Maulana mengikhlaskan istrinya Nur Aliyah Ibnu Hajar berpulang ke rahmatullah yang menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Bayangkara Makassar, Sulawesi Selatan.
"Almarhumah orang sabar, dan jarang bersuara, mohon dimaafkan segala dosa dan kesalahannya. Kalau ada kesalahannya tolong dimaafkan. Saya (juga sudah) ikhlas," tutur Maulana dengan suara serak di Masjid Yayasan Nurul Amal DDI Ranting II, jalan Sabutung nomor 27, Kelurahan Tamalabba, Kecamatan Ujungtanah, Makassar Sulawesi Selatan, Senin.
Penceramah yang sering tampil di televisi nasional mengatakan, semasa hidup almarhumah tidak pernah punya salah dan berdosa kepadanya, kalau pun ada sekecil apapun langsung dimaafkan. Selain itu, dia meminta kepada seluruh keluarga memaafkan dosa-dosa yang pernah dibuat baik disengaja maupun tidak disengaja.
"Saya memohon kepada saudara adik, kakak almarhum mau keluarga besar saya, serta masyarakat, jika ada dosanya mohon dimaafkan," ucapnya sedih kepada seluruh pelayat yang hadir ditempat itu sebelum dishalatkan untuk selanjutnya di makamkan di Pekuburan Arab, Bontoala, Bunga Ejaya.
Pada kesempatan itu, Maulana juga mengucapkan banyak terima kasih kepada Kapolda Sulsel dan seluruh pihak yang selama ini membatu almarhumah baik selama dirawat di Rumah Sakit Bayangkara hingga akhirnya Allah SWT memanggilnya.
Almarhumah Nur Aliyah diketahui meninggal karena menderita penyakit organ dalam yakni kanker usus dan sempat dirawat di Rumah Sakit Bayangkara, Makassar, setelah sebelumnya dirawat di Rumah Sakit Angkatan Laut Jala Ammari jalan Satando berdekatan dengan rumah duka.
Keponakan Ustadz Nur Maulana, Syamsul mengatakan almarhumah Nur Aliyah beberapa hari terakhir menderita sakit dan harus dirawat beberapa hari di Rumah Sakit Angkatan Laut selanjutnya di rujuk ke Rumah Sakit Bayangkara jalan Mappaodang Makassar untuk mendapatkan perawatan intensif.
"Memang sudah sakit dan harus dirawat, selanjutnya dipindahkan ke Bayangkara saat kondisinya semakin menurun. Almarhum orangnya penyabar dan tidak banyak bicara serta baik kepada semua orang," kata Syamsul
Almarhumah meninggal di Rumah Sakit Bayangkara ?pada Minggu malam dan meninggalkan empat anak. Semasa hidupnya berhasil membangun masjid di sekolah Madrasah DDI Ranting II, berlantai tiga yang diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu di Kecamatan Ujungtanah, Makassar.
Kapolda Sulsel Irjen Pol Umar Septono saat melayat ke rumah duka menyampaikan rasa belasungkawa paling dalam atas kepergian almarhumah. "Saya kenal ustasd Maulana sejak menjabat Kapolda Bengkulu. Setelah mendapat informasi istrinya dirawat di Bayangkara segera saya koordinasi Karumkit Bayangkara untuk memberikan pelayanan yang baik. Namun Tuhan sudah berkehendak lain," katanya.
Mengenai pembangunan Masjid Nurul Amal yang belum selesai, Kapolda menyatakan siap melanjutkan pembangunan yang belum diselesaikan almarhumah semasa hidupnya.
Ratusan karangan bunga berderet terpasang di sepanjang jalan Satando. Sejumlah tokoh penting hadir sejak malam tadi hingga jelang pemakaman, seperti Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, Mantan Gubenur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, anggota DPR RI Mustika Aliyah Mustika Ilham.
Anggota DPRD Sulsel, Selle KS Dalle. Selanjutnya Wakil Wali Kota Makassar Syamsu Rizal MI, Kapolda Sulsel Irjen Pol Umar Septono serta ratusan masyarakat secara bergelombang datang untuk melayat.
Informasi meninggalnya Nur Aliyah menyebar ke media sosial, bahkan penceramah kondang perempuan juga berprofesi sebagai artis Oki Setiana Dewi yang sering tampil bersama Nur Maulana ikut menyebarkan foto serta kabar meninggal istrinya kepada publik hingga diketahui luas khalayak.
Almarhumah meninggal di usia 40 tahun itu diantar ratusan orang ke pekuburan Arab, Bontoala Makassar dengan diiringi lafaz kalimat tauhid. Sejumlah warga di pekuburan tersebut juga ikut mengantar almarhum di tempat peristirahatan terakhirnya.
Pewarta : M Darwin Fatir
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
