Tni-Polri bersihkan material longsor menutupi jalan

id tni-polri,tni,polri,bersihkan material ,longsor,banjir gowa,bendungan bili-billi,lonsor gowa

Personil TNI-Polri dibantu warga membersihkan material longsor yang berserakan menutupi jalan penghubung antarkecamatan di Kampung Malalang, Desa Lonjo Boko, Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Rabu (23/1). (FOTO/Dokumentasi) (

Gowa, (Antaranews Sulsel) - Personel TNI dan Polri bersama warga bahu membahu membersihkan material longsoran di Kampung Malalang, Desa Lonjo Boko, Kecamatan Parangloe membersihkan material yang berserakan dan menutupi jalan penghubung antarkecamatan.

"Banyak material longsoran yang menutupi jalan. Material ini harus diangkat supaya jalan bisa menghubungkan lagi dua kecamatan," ujar Kapolres Gowa AKBP Shinto Silitonga di Gowa, Rabu.

Ia mengatakan longsor yang terjadi Selasa (22/1) itu mengakibatkan jalan penghubung antarkecamatan yakni Kecamatan Parangloe dan Malino putus. Bahkan akses menuju ke puncak Malino juga terputus karena jalan ditutupi material tersebut.

Pada saat membersihkan material longsoran itu, Kapolres Gowa juga ikut menggotong salah seorang warga Tombolo Pao yang meninggal dunia dalam musibah tersebut.

Kapolres Gowa dan warga lainnya tidak dapat melintas jalan menuju rumah duka karena terputus akses longsoran, sehingga jenazah dipindahkan ke sebrang jalan. Selanjutnya, jenazah diangkut menggunakan mobil ambulance dari Puskesmas Malino menuju rumah duka.

"Seperti salah seorang warga yang menjadi korban meninggal dunia, kita tidak dapat mengantarnya ke rumah duka karena terputus akses jalan. Makanya, kita seberangkan saja dulu, lalu diantar menggunakan mobil ambulans dan memutar jauh supaya bisa sampai rumah duka," katanya.

Sebelumnya hujan deras yang terjadi sejak Senin (21/1) hingga Selasa (22/1) mengakibatkan air Sungai Jeneberang meluap hingga mencapai ambang batas dari Bendungan Bili-bili.

Akibatnya, pihak pengelola bendungan mengambil upaya membuka pintu air yang ketinggiannya sudah mencapai 101,36 meter itu harus di buka agar air bisa mengalir.

Namun, saat pintu air di buka, terdapat sembilan kecamatan di dataran rendah harus terendam banjir. Banjirnya sembilan kecamatan di Kabupaten Gowa, juga berdampak hingga Kota Makassar dan tidak sedikit perumahan yang terendam banjir hingga ketinggian atap.

Pada dataran tinggi, cuaca buruk itu juga berdampak pada terjadinya longsor di beberapa titik, salah satunya Kampung Malalang, Desa Lonjo Boko, Kecamatan Parangloe.
Pewarta :
Editor: M Darwin Fatir
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar