Pembekalan pengetahuan keilmuan bagi 1.320 relawan demokrasi Sulsel

id jadi Sulsel

Sejumlah Relawan Demokrasi (Relasi) mengikuti pelatihan yang dilaksanakan Jaringan Demokrasi Indonesia (JaDI) Sulsel di Makassar, Sabtu. (Foto ANTARA/Darwin Fatir).

Makassar (Antaranews Sulsel) - Sebanyak 1.320 orang Relawan Demokrasi (Relasi) mendapatkan bekal pengetahuan tentang kepemiluan oleh Jaringan Demokrasi Indonesia (JaDI) sebagai dasar untuk menjalankan tugas membantu penyelenggara pemilu dalam mensosialisasikan Pemilu serentak 17 April 2019.

"JaDI merupakan lembaga yang diisi mantan penyelenggara, sehingga mereka paham pengetahuan teknis dan regulasi tentang pemilu. Harapan KPU provinsi mereka nantinya akan total mentransformasikan ilmu dengan melatih para relawan," ujar Komisioner KPU Sulsel Faisal Amir, di Makassar, Sabtu.

Menurutnya, penggiat pemilu JaDI Sulsel bertindak sebagai fasilitator dan narasumber dalam kegiatan bimbingan teknis ?(bimtek) bagi Relasi itu.

Keterlibatan JaDI Sulsel karena orang-orangnya adalah kumpulan para mantan aktivis penyelenggara pemilu.

Selain itu, mereka dianggap mampu melakukan transformasi keilmuaan dan keterampilan soal pemilu pada 1.320 orang ini yang lulus seleksi tersebar di 24 kabupaten kota.

Relasi ini direkrut dari sebaran kelompok masyarakat sipil yang peduli pada demokrasi dan pemilu. Relasi akan diserbar pada 11 basis yakni basis keluarga, basis perempuan, basis pemilih pemula (first time votes), dan basis pemilih muda (millenial votes).

Selanjutnya, basis penyandang disabilitas, basis berkebutuhan khusus, basis marginal, basis komunitas, basis keagamaan, basis warga internet (netizen), dan basis relawan demokrasi.

Ketua JaDI Sulsel Mardiana Rusli mengatakan pihaknya bekerja sama dengan KPU Sulsel sebagai upaya untuk memperkuat kerja-kerja demokrasi melalui pelatihan peningkatan kapasitas.

Dalam Bimtek Relasi, peserta mendapatkan pengetahuan tentang demokrasi, pemilu dan partisipasi, simulasi surat suara dan tata cara pemberian suara, pengenalan peserta pemilu, kode etik penyelenggara, teknik komunikasi dan strategis sosialisasi.

Tujuan akhir diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat untuk menggunakan hak politiknya dalam pemilu dengan baik dan benar serta mendorong agar pemilu tahun ini berjalan aman dan lancar.

"Tugas Relasi selain menjadi agen penyebar infomasi pemilu, mereka juga menjadi perpanjangan tangan KPU untuk menjawab pertanyaan masyarakat atas marak isu-isu hoaks, seperti pencoblosan surat suara sebelum waktunya, data ganda, perdebatan soal disabilitas mental dan hal-hal lain menyangkut kesalahan informasi pemilu," ujarnya lagi.

Berdasarkan data dari periode ke periode grafik partisipasi pemilih, angkanya menunjukkan penurunan.

Untuk Pemilu Presiden dan Wakil Presiden di Sulsel Tahun 2014 angka partisipasinya sebanyak 67 persen.

Pada Pemilu 2019, KPU Sulsel menargetkan angka partisipasi 77,7 persen sesuai dengan target nasional.

Relasi akan bekerja selama tiga bulan untuk masuk ke kantong-kantong masyarakat guna mencerdaskan pengetahuan pemilu masyarakat," ujarnya pula.

Kegiatan ini berlangsung secara maraton dari 23-29 Januari 2019 di 24 KPU kabupaten/kota se-Sulsel.

Sebelumnya, para fasilitator dilatih di KPU provinsi melalui training of trainer (ToT) selama dua hari, 19-20 Januari 2019.
 
Pemateri dari Jaringan Demokrasi Indonesia (JaDI) Sulsel memberikan bekal pengetahuan kepada para Relawan Demoktasi (Relasi) untuk membantu KPU provinsi dan kabupaten/kota di Sulsel dalam mensosialisasikan serta mensukseskan penyelenggaraan Pemilu serentak 17 April 2019, di Makassar, Sulsel, Sabtu. (Foto ANTARA/Darwin Fatir).
Pewarta :
Editor: Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar