Pemimpin Wilayah BNI bergegas setelah ada laporan nasabah

id bni,nasabah bni,bni wilayah makassar,Faizal Arief Setiawan,penggelapan dana nasabah

Pemimpin Wilayah BNI bergegas setelah ada laporan nasabah

Logo Bank BNI (Ist)

Makassar (Antaranews Sulsel) - Pemimpin Wilayah PT Bank Negara Indonesia (Persero) Faizal Arief Setiawan menyatakan mempercepat kedatangannya ke Makassar, Sulawesi Selatan setelah adanya laporan dugaan penggelapan dana dari nasabah oleh salah satu pegawainya.

"Ini adalah hari pertama saya menjabat sebagai pemimpin wilayah dan saya mempercepat kedatangan ke Makassar karena adanya masalah ini," ujar Faizal Arief Setiawan di Makassar, Senin.

Ia mengatakan dirinya yang baru saja ditunjuk mengganti Edy Awaluddin sebagai Pemimpin Wilayah BNI Makassar telah menerima laporan tersebut dan membaca beritanya dari media massa.

Dia yang sebelumnya lama menjabat di Makassar ini mengaku cukup mengenal para pegawai di Sulawesi Selatan khususnya di Makassar.

Menurut Faizal, dugaan tindak pidana yang diduga dilakukan oleh pegawainya CB (perempuan) sekarang telah ditangani oleh internal perusaahan serta laporan penggelapannya juga sudah dilaporkan ke pihak kepolisian.

"Keputusan pertama saya yakni menarik dulu CB ini ke wilayah untuk dilakukan pemeriksaan serta penelitian kasusnya. Semua akun-akunnya di BNI juga sudah di blokir sementara untuk menuntaskan pemeriksaannya," katanya.

Faizal menjamin, sistem keamanan di BNI sangat ketat dan berlapis. Bahkan, sistem verifikasi berlapis itu hingga lima kali proses saat transaksi dilakukan.

"Kami punya keamanan yang berlapis dan saya pastikan itu sangat aman. Namun, secanggih apapun sistem keamanan bank, tetap saja bisa bocor jika karyawannya tidak profesional," terangnya.

Faizal menyatakan jika pelaporan oleh salah seorang nasabah Sahlan ke pihak kepolisian, dirinya tidak dapat mengintervensi namun menghargai proses hukum yang ditempuhnya dan siap membantu aparat kepolisian dalam mengungkap kasus tersebut.

"Yang pasti kami support. Kami support nasabah yang menempuh jalur hukum dan jika memang kepolisian membutuhkan data-data transaksi atau data-data lainnya dari kami, maka pasti dengan terbuka kami akan membantu. Tetapi di internal kami, proses pemeriksaan juga sedang berlangsung," ucapnya.

Sebelumnya, seorang oknum Pegawai BNI dilaporkan ke Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan terkait dugaan penggelapan dana nasabah milik Sahlan senilai hampir Rp2 miliar lebih.

Oknum yang dilaporkan berinisial CB. Sahlan melaporkan CB ke Polda Sulsel sejak 1 Februari 2019 dengan jenis laporan dugaan penggelapan.

Korban menjelaskan kasus ini berawal saat korban memberikan kepercayaan kepada CB untuk mengelola keuangan proyeknya di lima rekening dan dua rekening milik Syariffuddin.

Setoran awal mulai 2015 sampai 2016 senilai Rp130 miliar, pada 2016 ke 2017 Rp 81 miliar, sedangkan 2017 ke 2018 sekitar Rp30 miliar.

Namun setelah beberapa tahun berjalan Sahlan mencium adanya kejanggalan dan mencurigai ada transaksi dari rekening dimaksud tanpa sepengetahuan Sahlan.
Pewarta :
Uploader: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar