Dinkes Mamuju lakukan fogging waspadai DBD

id fogging,Demam Berdarah Dengue,dinas kesehatan mamuju,sulawesi barat,Alamsyah Thamrin

Petugas Dinas Kesehatan melakukan pengasapan (fogging) di Mamuju, Sulawesi Barat, Jumat (8/2/2019). Dinkes Mamuju melakukan pengasapan (fogging) untuk mencegah wabah penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang kerap muncul saat perubahan musim. ANTARA FOTO/ Akbar Tado

Mamuju (Antaranews Sulsel) - Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat melakukan fogging untuk mewaspadai penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di kabupaten Mamuju.

"DBD di Mamuju dalam status situasi awas, diduga keadaan itu disebabkan peningkatan penderita virus dengue yang disebabkan nyamuk aedes aegypti," Kepala Bidang Pecegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kabupaten Mamuju, Alamsyah Thamrin, di Mamuju, Jumat.

Ia mengatakan terjadi peningkatan penderita DBD dan saat ini sudah sebanyak 32 orang terjangkit virus tersebut di Mamuju.

"Untuk menekan situasi tersebut, pihak Dinkes Mamuju telah melakukan fogging atau utamanya dalam kota Mamuju terlebih kepada area yang telah memiliki banyak laporan penderita terjangkit virus DBD," katanya.

Ia mengatakan, dengan fogging tersebut diharapkan dapat mengurangi perkembang biakan jentik nyamuk penyebab DBD.

Alamsyah juga mengingatkan untuk menjaga dan mendukung program kebersihan di Mamuju sebagai langkah tepat yang mampu menekan situasi awas ini.

"Jangan membiarkan genangan air akibat bahan bekas serta menjaga kebersihan lingkungan, karena jika itu terjadi, dipastikan kondisi penderita virus DBD akan meningkat," ujarnya.

Bupati Mamuju mengharapkan agar masyarakat tidak perlu resah namun tetap waspada dan senantiasa menjaga kebersihan lingkungan karena DBD.

"Kalau kotor nyamuk akan gampang berkembang biak, dan akan berbahaya, kebersihan perlu kita terus di galakkan, dan diminta tidak melakukan pengasapan dengan manual tapi dengan kendaraan roda empat," katanya.
Pewarta :
Editor: Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar