Ombudsman Sulbar tidak temukan pelanggaran BKPSDM Majene

id majene,ombudsman sulbar,bkpsdm majene,seleksi cpns 2019,Sekarwuni Manfaati

Ombudsman (Istimewa)

Mamuju (Antaranews Sulsel) - Ombudsman RI Sulawesi Barat tidak menemukan pelanggaran pada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Majene terkait seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2019.

"Kami akhirnya menutup salah satu pengaduan masyarakat tentang dugaan penyimpangan prosedur oleh BKPSDM Kabupaten Majene terkait penentuan nilai akhir seleksi CPNS 2018 untuk formasi jabatan perawat terampil di PKM Salu Tambung," kata Asisten Ombudsman RI Sulbar, Sekarwuni Manfaati, di Mamuju, Jumat.

Ia mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan tim Ombudsman tidak menemukan adanya tindakan maladministrasi yang dilakukan terlapor yakni BKPSDM Majene.

"Penambahan nilai SKB sebesar 10 poin dari total nilai SKB sudah sesuai dengan tata cara penilaian integrasi hasil SKD dan SKB sebagaimana ?surat edaran Kemenpan-RB Nomor B/581/S.SM.01.00./ 2018yang menjelaskan tentangpeserta yang mendaftar sebagai tenaga kesehatan pada satuan unit kerja yang dikategorikan terpencil," katanya.

Menurut dia, tidak ada tindakan maladministrasi dalam pengaduan tersebut, BKPSDM Majene sudah bekerja sesuai dengan aturan yang ada.

?Oleh karena itu ia mengatakan Ombudsman Sulbar menutup laporan tersebut, namun jika pelapor menemukan bukti baru maka dipersilahkan untuk dapat melaporkan kembali," ujarnya.

Sekarwuni menyampaikan kepada semua unit penyelengara layanan publik agar menyiapkan loket informasi, sehingga publik atau pengguna layanan dapat menerima informasi dengan jelas dan mudah pada saat melakukan konsultasi terkait layanan yang dibutuhkan.

"Sangat mungkin kasus di Majene ini dilaporkan karena informasi yang tidak jelas kepada semua peserta seleksi, sehingga tidak memahami secara utuh ?surat edaran Kemenpan-RB itu sehingga sangat pentingjuga optimalisasi pengaduan internal dengan mencatat setiap hal terkait pengaduan dari peserta supaya menjadi bahan masukan ke depannya," ujarnya.
Pewarta :
Editor: Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar