Kapolda Sulbar minta personel Polri jadi penyejuk

id polda

Kapolda Sulbar Brigjen Pol Baharuddin Djafar. (ANTARA Foto/Akbar Tado)

Mamuju (Antaranews Sulsel) - Kapolda Sulawesi Barat Brigjen Polisi Baharudin Djafar meminta para personel Polri di daerah itu menjadi pendingin suasana dalam meredam suhu politik yang memanas menjelang pemilihan umum 2019.

"Misalnya, jika di tengah masyarakat yang menjadi pokok pembicaraan politik, kita harus mampu mengalihkan bahasan tersebut pada pembahasan yang lebih positif seperti menjaga hubungan silaturahim dan memakmurkan masjid," kata Baharudin Djafar, di Mamuju, Senin.

Kapolda mengatakan sikap yang diberikan personel Polri di daerah itu terhadap berbagai gejala gangguan Kamtibmas telah direspon baik dan dilaksanakan sesuai tanggung jawab yang diberikan.

Kapolda berharap, kondisi seperti itu dapat terus dipertahankan hingga pelaksaanaan pemilu presiden dan legislatif mendatang terlaksana baik, demi terwujudnya pesta demokrasi yang tetap aman, sejuk dan damai.

"Pelaksanaan tugas dalam prosesi pelaksanaan pemilu memang harus dimengerti dan dipahami dengan baik karena suhu dan gejolak politik yang panas. Intinya, suhu politik panas itu sudah biasa tetapi yang terpenting pihak pengamanan (Polri) tidak ikut panas," terangnya.

Dirinya mengajak seluruh personel Polri di Sulbar agar dapat mengendalikan emosi bahkan menjadi penyejuk di tengah masyarakat.

Ia juga menyanpaikan terimakasih kepada seluruh personel atas kinerja yang maksimal sehingga banyak capaian dan prestasi yang berhasil diraih oleh Polda Sulbar.

"Hal ini tentu saja tidak terlepas dari kinerja terbaik dari setiap individu Polri di Sulbar. Hal ini tentu harus tetap dipertahankan hingga usai pelaksanaan pemilu," tuturnya.

Dia menjelaskan komunikasi antarsesama harus terus terjalin dengan baik dalam kondisi apapaun.

"Karena inilah yang menjadi kunci kesuksesan kinerja kita di lapangan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, bangsa dan negara," terang Baharudin Djafar.
Pewarta :
Editor: Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar