Ketua Perindo Sulsel sebut banyak caleg minim wawasan

id Perindo, caleg minim wawasan,Makassar,Sanusi Ramadhan,pemilu 2019

Logo Partai Perindo (Ist)

"Banyak caleg itu kurang wawasan karena belum bisa membedakan tugas legislatif dan eksekutif. Ini hanya salah satu contoh dan banyak lainnya," kata Sanusi pada pembekalan caleg Perindo di Makassar, Senin.
Makassar (Antaranews Sulsel) - Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Sanusi Ramadhan mengatakan banyak calon legislatif baik tingkat kabupaten, kota maupun provinsi yang kurang memahami tugas pokok dan fungsinya.

"Banyak caleg itu kurang wawasan karena belum bisa membedakan tugas legislatif dan eksekutif. Ini hanya salah satu contoh dan banyak lainnya," kata Sanusi pada pembekalan caleg Perindo di Makassar, Senin.

Ia mengatakan penilaiannya mengenai wawasan sebagian caleg itu diketahuinya dari berita-berita di media massa yang pernyataan caleg menjanjikan program-program pembangunan layaknya eksekutif.

Sanusi mengatakan umumnya caleg yang memberikan janji atau kampanye mengenai program pembangunan jika terpilih menjadi legislator itu adalah caleg baru terjun di kancah perpolitikan.

Beberapa contoh kasus di mana ada caleg yang menjanjikan pembangunan jembatan hingga program-program yang tidak dapat diterima dalam akal yaitu, ingin menyediakan satu dokter, satu rumah.

"Intinya jika mau belajar pasti nantinya akan paham juga. Tapi sebaiknya jangan berjanji karena akan jadi masalah jika terpilih nanti," katanya.

Sanusi pada pembekalan caleg dan konsolidasi partai untuk pemenangan Pemilu 2019 di Sulawesi Selatan oleh Perindo berlangsung di salah satu hotel di Makassar selama dua hari ini bertekad meloloskan beberapa calegnya.

Pembekalan dan konsolidasi pemenangan pemilihan umum selama dua hari rencananya dihadiri Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo.

Olehnya itu, kata dia, seluruh caleg daerah Sulsel diwajibkan hadir.

"Kemenangan pada pemilu serentak ini hanya dapat diraih ketika semuanya mampu membangun kebersamaan dan solidaritas. Tidak ada satupun teori yang menerangkan kemenangan bisa diperoleh tanpa ada kebersamaan dan solidaritas yang di bangun," katanya.
Pewarta :
Editor: Suriani Mappong
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar