Logo Header Antaranews Makassar

Program Kantin Kejujuran SMP 2 Mamuju Sukses

Kamis, 3 Desember 2009 19:22 WIB
Image Print

Mamuju (ANTARA Sulsel) - Pelaksanaan program kantin kejujuran di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) memperoleh kesuksesan.

"Sejak direalisasikan bulan lalu, kesuksesan program ini terlihat dari persentase siswa yang jujur saat membeli di kantin tersebut yang mencapai 90 persen," kata Kepala SMP Negeri 2 Mamuju, Abdul Latif Settaring, di Mamuju, Kamis.

Ia mengatakan, persentase tersebut diukur dari besarnya keuntungan yang diterima dari hasil penjualan di kantin tersebut.

"Memang masih ada sekitar 10 persen yang belum bertindak jujur selama membeli di kantin tersut. Namun hal itu tidak begitu besar, dan tidak menimbulkan kerugian bagi pihak sekolah.

Persentase dari pelaksanaan program tersebut menunjukkan prestasi yang luar biasa, meskipun masih terdapat beberapa siswa yang tidak jujur

Ia menjelaskan, bahwa modal yang digunakan untuk merealiasikan kantin ini berasal dari sekolah.

Meskipun pihak sekolah haurs mengeluarkan biaya yang tidak sedikit ini, namun hasil yang diperoleh sangat besar, karena berkaitan langsung dengan akhlak dari tiap siswa.

"Di kantin kejujuran ini, tidak terdapat penjual yang menjajakan barang jualan. Pihak sekolah hanya menyediakan barang-barang jajanan, seperti makanan, minuman, beserta daftar harga," katanya.

Siswa sendirilah yang nantinya akan mengambil dan membayar barang jajanan sesuai dengan harga yang tertera.

"Kami juga bahkan menyediakan uang kembalian, sehingga siswa sendiri yang meletakkan uang pembayaran pada tempat yang sudah disediakan, dan sekaligus mengambil uang kembaliannya," tuturnya.

Pada dasarnya, program ini baru akan dilaksanakan pada tahun 2010 mentang. Namun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamuju menyatakan SMP Negeri 2 Mamuju telah memenuhi syarat untuk melaksanakan program ini.

"Saya juga tidak begitu mengetahui apa syaratnya. Kebetulan, kami pun sedang mempersiapkannya sejak beberapa bulan lalu," katanya.

Menurut dia, program ini sudah merupakan imbauan dari pemerintah sejak tahun lalu, dengan tujuan melatih kejujuran anak didik sejak dini.

Hal tersebut juga dinilai dapat menjadi media untuk meminimalisir budaya korupsi di Indonesia.

(T.PSO-103/A033)