Anggota DPR sosialisasikan perlindungan calon pekerja migran Indonesia

id pekerja migran,anggota dpr,aliyah mustika ilham

Anggota Komisi IX DPR RI Aliyah Mustika Ilham (kanan) saat mensosialisasikan perlindungan tenaga kerja khususnya tenaga migran Indonesia di luar negeri di Kota Makassar, Selasa (19/2). (Antaranews Sulsel/Muh Hasanuddin/19)

Saya harap kita semua bisa lebih berhati-hati jika ingin bekerja ke luar negeri. Banyak oknum-oknum yang menawarkan pekerjaan di luar negeri tapi harus berangkat dengan ilegal tanpa dilengkapi dokumen atau tidak terdaftar di negara
Makassar (Antaranews Sulsel) - Anggota Komisi IX DPR RI Aliyah Mustika Ilham bersama Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) dan Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Makassar mensosialisasikan perlindungan tenaga kerja khususnya tenaga migran Indonesia di luar negeri.

"Saya harap kita semua bisa lebih berhati-hati jika ingin bekerja ke luar negeri. Banyak oknum-oknum yang menawarkan pekerjaan di luar negeri tapi harus berangkat dengan ilegal tanpa dilengkapi dokumen atau tidak terdaftar di negara," ujar Aliyah Mustika Ilham di Makassar, Selasa.

Ia mengatakan bagi warga yang ingin mencari pengalaman bekerja atau penghidupan layak di luar negeri untuk lebih berhati-hati terhadap orang yang menawarkan pekerjaan ke luar negeri dengan iming-iming penghasilan besar namun dengan cara ilegal.

Dia menyatakan bekerja di luar negeri menjadi impian banyak orang karena gaji yang ditawarkan sesuai dengan standar mata uang di negara tersebut.

Aliyah menyatakan besarnya upah yang didapatkan pekerja di luar negeri, membuat banyak orang untuk berupaya agar bisa bekerja di luar negeri. Hal ini pun banyak dimanfaatkan oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab dengan menawarkan pekerjaan keluar negeri tanpa dilengkapi dokumen resmi atau ilegal.

"Banyak oknum-oknum yang menawarkan pekerjaan di luar negeri tapi harus berangkat dengan ilegal tanpa dilengkapi dokumen atau tidak terdaftar di negara. Menjadi tenaga kerja ilegal di luar negeri akan berakibat fatal bagi pekerja itu sendiri," katanya.

Dirinya berharap bagi masyarakat di Sulsel yang ingin berkarir di luar negeri agar mendaftarkan diri ke Dinas Ketenagakerjaan setempat supaya bisa difasilitasi untuk menjadi tenaga kerja legal.

"Jika ingin bekerja ke luar negeri, daftarkan diri kita ke dinas tenaga kerja kota Makassar, supaya bisa difasilitasi untuk menjadi tenaga kerja yang legal. Jadi kita bisa lebih aman dan nyaman selama bekerja di luar negeri," tutur Aliyah.

Sementara itu, Kepala Sub Direktorat (Kasubdit) Fasilitas Rehabilitas BNP2TKI Yeni Agus Winoto, yang turut hadir sebagai pemateri menjelaskan bahwa sosialisasi ini digelar untuk memberikan pemahaman kepada seluruh calon tenaga kerja migran Indonesia, terkait aturan yang harus mereka lakukan sebelum berangkat ke luar negeri, agar mereka bisa terlindungi oleh undang-undang yang telah diatur oleh pemerintah.

"Pekerja kita di luar negeri yang terdaftar dilindungi undang-undang, karena pemerintah kita sudah bekerja sama dengan negara-negara tujuan bekerja. Tapi kalau pekerja ilegal, mohon maaf kami dari BNP2TKI akan kesulitan untuk membantu karena sudah melanggar aturan," ungkapnya.

Turut hadir sebagai pemateri kepala BP3TKI Makassar Muhammad Agus Bustami dan Perwakilan dari Dinas Tenaga Kerja Kota Makassar, Fanny Fakraenni.
Pewarta :
Editor: Amirullah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar