Polrestabes Makassar deklarasikan pemilu damai

id polrestabes makassar,pemilu damai,Kombes Dwi Ariwibowo,lapangan karebosi makassar,moh ramdhan pomanto

Warga melintas di dekat sapanduk kampanye Pemilu Bersih di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (9/3/2019). Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 akan digelar serentak pada 17 April 2019 yang diharapkan akan menghasilkan pemimpin yang bersih dan jujur. ANTARA FOTO/Yusran Uccang

Makassar (ANTARA) - Polrestabes Makassar bersama seluruh unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menggelar Deklarasi Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 secara damai dan tertib di Lapangan Karebosi Makassar, Senin.

"Deklarasi Pemilu Damai Tahun 2019 ini sebagai pelaksanaan kesepakatan TNI, Polri dan Pemerintah Kota Makassar untuk mengusungpemilu yang aman, damai dan sejuk," ujar Kapolrestabes Makassar Kombes Dwi Ariwibowo di Makassar, Senin.

Deklarasi pemilu damai di mulai dengan berjalan kaki dari halaman Mapolrestabes Makassar, Jalan Ahmad Yani menuju TribunKarebosi dengan diikuti unsur Forkopimda Kota Makassar.

Beberapa yang hadir Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto, Ketua DPRD Kota Makassar Faraouk Mappaselling Betta, Dandim?1408/BS Kolonel Inf Andriyanto, Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Dwi Ariwibowo bersama Komandan Denpom XIV/6 Makassar.

Rombongan menuju ke Lapangan Karebosi, tepatnya di Tribun Karebosi setelah berjalan kaki dari MakoPolrestabes Makassar. Rombongan itu disambut oleh Ketua KPU Makassar Farid Wajdi dan Bawaslu Kota Makassar Nursari.

Kombes Dwi menyatakan Polri siap mengamankan Pemilu Tahun 2019, dengan harapan dukungan seluruh elemen atausemua pihak baik itu pemerintah Kota Makassar maupun warga Kota Makassar.

"Melalui deklarasi pemilu ini, pesta demokrasi yang akan di gelar serentak di Indonesia khususnya Kota Makassardiharapkan akan berjalan dengan aman, damai dan sejuk," katanya.

Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto meminta semua pihak ikut serta menciptakan pemilu damai, bukan hanya peserta pemilu saja dan penyelenggara. Sebab, pemilu adalah milik semua pihak.

"Pemilu milik kita semua. Jadi tanggung jawab kita semua. Jangan kita serahkan sepenuhnya kepada TNI - Polri. Pemilu adalah pesta demokrasi, makanya harus pesta. Bukan marah-marah, bukan menyebar kebencian dan hoaks, tapi harus berbahagia," katanya.
Pewarta :
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar